alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Presiden Arema FC Sesalkan Hoaks Insiden Perusakan Bus

Abdul Aziz Mahrizal Ramadan Jum'at, 22 Oktober 2021 | 07:30 WIB

Presiden Arema FC Sesalkan Hoaks Insiden Perusakan Bus
Presiden Klub Arema FC Gilang Widya Pramana. [Foto: Tria Adha/TIMES Indonesia]

Beredar hoaks atau informasi bohong terkait perusakan bus Arema FC. Kabar tersebut terkesan menyudutkan Aremania.

SuaraMalang.id - Beredar hoaks atau informasi bohong terkait perusakan bus Arema FC. Kabar tersebut terkesan menyudutkan Aremania.

Presiden Arema FC, Gilang Widya Pramana menjelaskan, pengunggahan foto pelaku perusakan bus yang terjadi di Yogyakarta, supaya tidak ada informasi simpang siur yang berpotensi menimbulkan fitnah.

“Arema FC dan Aremania sepakat mengunggah pelaku agar justru tidak timbul fitnah dan saling tuduh, sebab kejadian di Jogja, dimana disitu ada suporter klub lain, ada brajamusti, ada slemania, ada suporter bantul juga ada suporter klub lain yg sedang bertanding di Jogja, agar tidak fitnah maka maklum jika diupload foto pelaku, bahkan foto pelaku itu juga terlebih dahulu viral untuk  membuktikan pelaku sesungguhnya kejadian tersebut, bahkan laporan polisi juga lengkap identitasnya,” ungkap Gilang dalam keterangan tertulisnya, Kamis (21/10/2021).

Unggahan foto pelaku, lanjut Gilang, merupakan tindak lanjut dari pemeriksaan pihak kepolisian terkait identitas pelaku yang sebenarnya.

Baca Juga: Bawa Bendera Persebaya, Pelaku Penyerangan Bus Arema FC di Jogja Ditangkap Polisi

 “Kini mereka justru membalik fakta seolah Arema FC salah dengan mengunggah pelakunya, justru itu upaya mendudukan pelaku sebenarnya, dan agar menjadi pelajaran berharga,” imbuhnya.

Kekinian, manajemen Arema FC memutuskan untuk menyudahi perkara perusakan bus dan meminta kepolisian melakukan pembinaan kepada pelaku. Selain itu, pelaku diharapkan menyampaikan permohonan maaf kepada Aremania dan Arema FC serta Persebaya dan Bonekmania karena telah mencoreng citra keduanya yang kini sedang membangun image.

“Jadi tidak ada unsur kesengajaan seperti dituduhkan pihak lain. Sekali lagi kita kubur dendam, kita sudahi perseteruan ini, ambil pelajaran berharga dari kejadian ini, kita damaikan sepakbola Indonesia,” tutup Gilang.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait