Setelah itu, ia kemudian menemui kepala sekolah untuk membicarakan rencana pernikahan anaknya itu.
"Iya, namanya orang hidup ada guru kan. Begitu ada bisaro-bisaro ada apa begitu ada, tapi itu masalah pribadilah, iya (mimpi) Insya Allah ada."
Namun, akibat tindakannya itu, para murid dan guru sampai demo menentang pernikahan anak di bawah umur.
Kepala SMP Negeri 1 Namrole, Noho Lesilawang, pun mengaku sampai bertemu di rumah untuk membicarakan pernikahan putri Ambo. Sat itu Ketua MUI Buru Selatan itu sempat menceritakan mimpi menantunya.
Baca Juga:MUI: Vaksin Zifivax Halal dan Suci
Dalam mimpinya, kata Noho, sang ustaz diminta untuk segera meminang NK yang merupakan putri Ambo.
"Ustaz Ambo ceritakan mimpi menantunya itu, katanya dia didatangi sejumlah orang bersorban lalu dalam mimpi mereka memintanya untuk segera meminang NK."
Kasus pernikahan anak di bawah umur ini pun menjadi perbincangan luas dan menuai kontroversi masyarakat Buru Selatan. Para siswa dan guru di SMP Negeri 1 Namrole sampai melakukan aksi demo setelah kejadian pernikahan dini tersebut.