alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Dua Petani di Probolinggo Ditangkap Gegara Tebang Kayu Hutan Lindung

Abdul Aziz Mahrizal Ramadan Jum'at, 08 Oktober 2021 | 07:05 WIB

Dua Petani di Probolinggo Ditangkap Gegara Tebang Kayu Hutan Lindung
ilustrasi penjara. petani di probolinggo ditangkap gegara pembalakan liar. [pixabay.com]

Dua orang petani di Probolinggo, Jawa Timur ditangkap Satreskrim Polres Probolinggo bersama anggota Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Pandan Laras

SuaraMalang.id - Dua orang petani di Probolinggo, Jawa Timur ditangkap Satreskrim Polres Probolinggo bersama anggota Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Pandan Laras. Sebab keduanya kedapatan melakukan pembalakan liar di kawasan hutan lindung, lereng pegunungan Argopuro.

Para pelaku, yakni Sadin (70) dan Rasid (39). Keduanya warga Desa Pandan Laras, Kecamatan Krucil, Kabupaten Probolinggo.

Kasat Reskrim Polres Probolinggo AKP Rahmad Ridho Satrio mengatakan, terungkapnya kasus pembalakan liar atau ilegal logging tersebut berawal laporan Yuliono (48) karyawan Perhutani. Yuliono melaporkan jika telah terjadi perusakan di kawasan hutan lindung, persisnya di Desa Pandan Laras.

"Mendapati informasi itu, anggota kami bersama RPH Pandan Laras pada Minggu 12 September 2021 melakukan patroli bersama ke sekitar desa setempat," katanya mengutip dari jatimnet.com jaringan suara.com, Kamis (7/10/2021).

Baca Juga: Dua Kurir Benih Lobster Ilegal di Probolinggo Diringkus Polisi

Kala petugas menggelar patroli ditemukan tumpukan kayu mahoni dan wangkal di salah satu rumah pelaku.

"Kami lantas melakukan pengecekan terkait asal-usul kayu itu sekaligus menginterogasi pelaku. Dan terungkap, pelaku mengaku jika hasil menebang di hutan," sambungnya.

Karena melakukan penebangan tanpa izin, pelaku berikut barang bukti akhirnya diamankan petugas kepolisian guna mempertanggung jawabkan perbuatannya.

Kapolres Probolinggo AKBP Teuku Arsya Khadafi mengatakan atas perbuatan tersebut, kedua pelaku dijerat pasal 82 ayat 1 huruf b subsider pasal 83 ayat 1 huruf b Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan hutan dengan ancaman pidana penjara 5 tahun.

"Untuk kerugian negara yang ditimbulkan dari perbuatan pelaku sekitar Rp10 juta," kata Arsya.

Baca Juga: Dua Gembong Perampok di Probolinggo Ditembak

Barang bukti yang telah disita petugas antara lain 24 balok kayu mahoni dan enam balok kayu wangkal serta gergaji mesin yang digunakan untuk memotong pohon.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait