alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Geger Kematian Wanita Paruh Baya di Malang Diduga Korban Pembunuhan

Abdul Aziz Mahrizal Ramadan Selasa, 21 September 2021 | 22:53 WIB

Geger Kematian Wanita Paruh Baya di Malang Diduga Korban Pembunuhan
Satpam kompleks perumahan Jalan Emprit, Sukun, Kota Malang, Yanuar menunjukan rumah dugaan korban pembunuhan yang sudah terpasang garis polisi, Selasa (21/9/2021). [Suara.com/Bob Bimantara Leander]

Geger kasus dugaan pembunuhan terhadap wanita paruh baya di Kota Malang, polisi masih melakukan penyelidikan

SuaraMalang.id - Wanita paruh baya berinisial R ditemukan tak bernyawa di kediamannya Jalan Emprit Mas Nomor 10, Kelurahan Sukun, Kota Malang. R diduga korban pembunuhan dan kasusnya kini diselidiki polisi.

Berdasar informasi yang terhimpun, R diduga dibunuh pria berinisial S. Peristiwa tragis itu  terjadi, pada Jumat (17/9/2021) lalu sekitar pukul 23.00 waktu setempat. 

Warga setempat tak tahu menahu penyebab korban meninggal. Baru-baru ini mulai gempar lantaran aktivitas penyelidikan atau olah TKP oleh kepolisian. Rumah korban kini terpasang garis polisi.

Petugas sekuriti setempat, Yanuar (35) mengaku tak tahu menahu penyebab pasti kematian R.

Baca Juga: Kepala Dishub Pemkot Malang Diperiksa Polisi Terkait Gowes Diduga Langgar PPKM

"Saya gak tahu tapi kabarnya memang dibunuh suaminya sendiri. Tapi saya hanya mendengar (kabar) saja," ujarnya ditemui SuaraMalang.id, Selasa (21/9/2012) malam.

Desas -desus kabar dugaan pembunuhan itu tersiar usai polisi melakukan olah TKP, Sabtu (18/9/2021).

"Ramai kok pokoknya Sabtu itu. Minggu itu juga datang lagi katanya dari Polda Jatim juga. Mungkin mengambil barang bukti atau apa saya kurang paham," jelasnya.


Sebelum ditemukan meninggal, lanjut Yanuar, R dan pasangannya sempat bertengkar. Suara cekcok itu dibenarkan tetangga korban.

Namun, tetangga korban kini diketahui telah pulang kampung usai heboh peristiwa tersebut.

Baca Juga: Riuh Gowes Terobos PPKM, Aktivis: Wali Kota Malang Raja Sensasi

"Iya tetangganya setelah Jumat dan Sabtu tahu meninggal langsung ke Dampit asalnya sana. Karena takut mungkin," tutur dia.

Ia menambahkan, sosok R dikenalnya sehari-hari berjualan kue dan memiliki seorang anak.

"Bu Ratna itu jual kue pokoknya," ujarnya.


Kepribadian R juga dikenal baik dan cukup sering mengirim kue ke pos satpam.


"Iya biasanya ngirim kue orangnya baik. Biasanya jalan-jalan juga kok ya sekitar kompleks," tutur dia.

Sementara itu, ketua RT setempat, Yuni enggan dikonfirmasi terkait kasus dugaan pembunuhan salah satu warganya. Ia berdalih syok akibat peristiwa tersebut. 

Yuni juga mengaku lelah usai beberapa kali dimintai keterangan pihak kepolisian.


"Sudah ya mas saya capek. Pokoknya sudah malam Jumat kami tidak tahu. Tahu (meninggalnya) hari Sabtu," singkatnya.


Terpisaj, Kasatreskrim Polresta Malang Kota, Kompol Tinton Yudha Riambodo membenarkan dugaan kasus pembunuhan yang dialami korban R. Kasus tersebut bermula dari laporan anak korban.


"Kami sudah menerima laporannya kami juga sedang melakukan proses penyelidikan dan masih kami dalami dan intinya masih kami dalami," kata Tinton.

Kontributor : Bob Bimantara Leander

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait