Ratusan Warganet Teken Petisi untuk Kapolda Jatim Usut Kasus Dugaan Fetish Mukena

Kasusfetishmukena yang beberapa waktu lalu sempat menghebohkan dunia maya, kini terus berlanjut. Kali ini, warganet sampai membuat petisi melalui Change.org.

Abdul Aziz Mahrizal Ramadan
Rabu, 15 September 2021 | 12:29 WIB
Ratusan Warganet Teken Petisi untuk Kapolda Jatim Usut Kasus Dugaan Fetish Mukena
Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta, petisi kasus fetish mukena di Malang. [Suara.com/Achmad Ali]

SuaraMalang.id - Kasus dugaan fetish mukena di Malang terus menjadi sorotan publik. Gerakan petisi mendesak Kapolda Jatim mengusut tuntas kasus dugaan pelecehan seksual itu menyeruak di media sosial.

Ya, warganet membuat petisi melalui Change.org dan telah mendapat tanda tangan dukungan mencapai 458 orang, per 15 September 2021.

Petisi ini dibuat oleh seseorang bernama Cindy Sanob. Dia membuat petisi dengan judul “Pak Kapolda Irjen Pol Nico Afinta Tolong Usut Tuntas Pelaku Fetish Mukena di Malang”. Petisi ini ditujukan kepada Kapolda Jawa Timur.

Kasus Fetish Mukena di Malang Memakan Banyak Korban, Warganet Bikin Petisi. [Instagram/changeorg_id]
Kasus Fetish Mukena di Malang Memakan Banyak Korban, Warganet Bikin Petisi. [Instagram/changeorg_id]

Akun instagram @changeorg_id juga mengunggah petisi ini dan mengajak warganet yang ingin turut andil dalam petisi bisa berkontribusi.

Baca Juga:Kasus Dugaan Fetish Mukena, Polresta Malang Kota Panggil Terlapor

Teman-teman, banyak banget yang jadi korban #FetishMukena di Malang. Pelakunya pakai modus nawarin endorse dan photoshoot. Menurut pembuat petisinya Cindy Sanob bilang, pemilik akun yang nawarin endors bermana Ria. Tapi setiap photoshoot dia gak ada,” tulis keterangan dalam unggahan tersebut.

Jahatnya lagi, foto-foto para korban disebar ke twitter. Ini sama aja pelecehan seksual untuk kaum perempuan. Karena itu Cindy minta kepada pak Kapolda Nico Afianta untuk mengusut #FetishMukena. Kamu bisa dukung petisinya di change.org/fetishmukena atau link di bio ya,” lanjut keterangan tersebut.

Sejumlah warganet yang meneken petisi memberikan dukungan supaya polisi bergerak cepat mengusut kasus tersebut.

"Perempuan bukan OBJEK SEXUAL ya," kata warganet.

"Tidak membenarkan adanya pelecehan seksual,pelaku harus diadili dengan tegas," sahut akun lainnya.

Baca Juga:Selangkah Lagi Polisi Memutuskan Kasus Fetish Mukena Bisa Dijerat Pidana atau Tidak

"Ini adalah kelainan seksual yg tidak bisa dibiarkan dan pelaku harus ditindak lanjuti agar memberikan efek jera serta pelajaran lainnya," timpal warganet lain.

Seperti diketahui, kasus fetish mukena di Malang viral di twitter, setelah akun @pecinta_mukena memposting foto beberapa model wanita berjilbab tanpa seizin si model.

Korban berinisial JT yang tidak terima, kemudian mengunggah pengalamannya melalui akun Twitter @J*****.

Sontak thread JT pada 16 Agustus 2021, sekitar pukul 21.09 WIB, dengan judul 'Fetish Mukena: Pelecehan Foto Berkedok Olshop', mendapat banyak respon dari warganet.

Setelah thread JT jadi viral di Twitter, banyak model lain yang turut membuka suara jika pernah jadi korban dari akun Twitter fetish @pecinta_mukena.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak