alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Mensos Risma Polisikan Oknum Penyalahgunaan Dana PKH di Kabupaten Malang

Abdul Aziz Mahrizal Ramadan Selasa, 29 Juni 2021 | 15:35 WIB

Mensos Risma Polisikan Oknum Penyalahgunaan Dana PKH di Kabupaten Malang
Menteri Sosial, Tri Rismaharini bersama Bupati Malang, H.M Sanusi di Kantor Desa Kanigoro Kecamatan Pagelaran Kabupaten Malang, Selasa (29/6/2021). [Suara.com/Bob Bimantara Leander]

Mensos Risma mengatakan, terungkapnya kasus tersebut bermula dari laporan masyarakat.

SuaraMalang.id - Menteri Sosial Tri Rismaharini melaporkan kasus dugaan penyalahgunaan dana bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) yang terjadi di Desa Kangoro, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Total ada 30 lebih Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang dananya diselewengkan oknum.

Mensos Risma mengatakan, terungkapnya kasus tersebut bermula dari laporan masyarakat.

"Terus saya sampaikan ke Mabes Polri. Maka kemudian diminta langsung ke Polres Malang dan kemudian diproses satu minggu prosesnya," katanya, Selasa (29/6/2021).

Dugaan penyalahgunaan dana PKH, lanjut dia, dilakukan salah satu oknum pendamping PKH di Desa Kanigoro. Dana yang diselewengkan terjadi selama dana bantuan PKH periode tahun 2017-2020 kepada sekitar 32 KPM.

Baca Juga: BEM Malang Raya Dukung Aksi 'Jokowi The King of Lip Service' BEM UI

"Dan ini tidak terjadi di sini saja. Di daerah lain ada ini Polres Malang paling cepat. 32 KPM yang total dirugikan tapi yang tidak diserahkan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) itu 14," sambungnya.

KKS digunakan sebagai kartu untuk mengambil bantuan tunai program PKH per tiga bulannya.

Risma melanjutkan, nominal kerugian bervariasi. Sebab, setiap tahunnya ada KPM yang tidak menerima uang Rp 3 juta sebagai uang bantuan PKH.

"Ya bermacam-macam tergantung komponennya. Ada tadi yang disable (penyandang disabilitas) setiap bulan menerima Rp 250 ribu. Kalau tiga bulan Rp 750 ribu dan tahun itu Rp 3 juta," kata dia.

Jika kasus dugaan penyalahgunaan dana PKH itu terbukti, Risma ancam langsung mencopot jabatan oknum tersebut.

Baca Juga: Innalillahi, Kapolsek Klojen Kota Malang Meninggal Terpapar Covid-19

"Kalau terbukti pidana yang pasti kemudian pemberhentian dari kami sebagai pendamping. Karena masih banyak kok yang mau jadi pendamping. Kalau tidak ikhlas silahkan mengundurkan diri," tegasnya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait