SuaraMalang.id - Bagi sebagian dari kamu, mungkin sedikit asing dengan Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur. Padahal, daerah yang mendapat julukan Kota Tape atau Kota Pensiunan ini menyimpan beragam seni budaya yang tidak banyak diketahui.
Paling terkenal yakni kuliner khasnya berupa tape. Tape Bondowoso terkenal dengan rasanya yang manis dan teksturnya yang lembut namun tidak basah. Tape sendiri merupakan makanan berbahan dasar singkong yang difermentasikan.
Tidak tanggung-tanggung, tape ini dikenal hingga ke luar daerah bahkan mancanegara. Bahan diambil dari tanah Bondowoso sendiri lalu dikemas dalam wadah anyaman yang disebut besek yang diproduksi oleh masyarakat setempat.
Tak hanya soal makanan khas, Kabupaten Bondowoso rupanya juga menyimpan beragam budaya dan kesenian yang bisa dinikmati masyarakat luas.
Baca Juga:Warga Bondowoso Diminta Taati Prokes Setelah Muncul Klaster Hajatan
Ronteg Singo Ulung
Bondowoso mempunyai kesenian yang serupa dengan barongsai, yaitu Singo ulung atau biasa disebut dengan Ronteg Singo Ulung. Kesenian ini lahir di Desa Blimbing, Kecamatan Tapen.
Ronteg singo ulung adalah tari yang melibatkan tiga singa, di mana setiap singa dimainkan oleh dua orang.
Ada nilai historis dari kesenian ini, konon asal usul terciptanya singo ulung tak lepas dari kisah tokoh masyarakat desa Blimbing yang terkenal akan kesaktiannya yaitu Juk Seng dan Jasiman. Kedua tokoh ini sangat berjasa sehingga masyarakat mengenangnya dengan membuat kesenian Ronteg Singo Ulung.
Kesenian ini biasanya dikemas dalam ritual bersih desa yang diadakan pada pertengahan bulan Sya’ban.
Baca Juga:Lockdown Satu RT di Kabupaten Bondowoso, 14 Warga Terpapar Covid-19 Usai Pesta Hajatan
Tari Topeng Kona