Gubernur Khofifah Minta di Jatim Selatan Konstruksi Bangunan Tahan Gempa

Gubernur Khofifah juga mendorong dibentuk kampung tanggung atau kampung siaga bencana sebagai implementasi mitigasi bencana secara komprehensif

Abdul Aziz Mahrizal Ramadan
Sabtu, 22 Mei 2021 | 23:26 WIB
Gubernur Khofifah Minta di Jatim Selatan Konstruksi Bangunan Tahan Gempa
ilustrasi. - Korban gempa Malang di tengah puing-puing rumahnya yang hancur, di Kabupaten Malang. [Foto: Beritajatim.com]

SuaraMalang.id - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mendorong mitigasi bencana secara komprehensif atau menyeluruh, khususnya di wilayah Jatim Selatan. Ini merespon peningkatan aktivitas gempa, sepanjang 2021.

Seperti diketahui, gempa kembali mengguncang Jatim pada Jumat 21 Mei 2021 sekitar pukul 19.09 WIB. Titik gempa berada di 57 kilometer Tenggara Kabupaten Blitar dengan kedalaman 110 kilometer. Kekuatan gempa Blitar ini magnitudo 5,9.

Sebelumnya, gempa melanda Malang Raya dan sekitarnya, pada 10 April 2021 lalu dengan magnitudo 6,1. Akibat gempa tersebut, ribuan rumah dan infrasruktur lainnya dilaporkan rusak. Kemudian tercatat ada 10 korban jiwa, puluhan lainnya luka-luka.

Dampak bencana juga mengakibatkan sejumlah warga alami trauma.

Baca Juga:Aula Kantor Desa Sarimulyo Jember Jebol Diguncang Gempa Blitar

Merespon itu, Gubernur Khofifah meminta agar mitigasi bencana secara komprehensif ditingkatkan. Sebab, waspada saja tidak cukup, maka perlu antisipasi sedini mungkin. Termasuk, menurutnya, membangun konstruksi yang tahan gempa.

Hal ini penting, sebab selatan Pulau Jawa dilalui ring of fire dimana gempa di satu titik resonansinya bisa antarpulau atau antarprovinsi.

Khofifah menambahkan, penting juga membentuk kampung tanggung atau kampung siaga bencana sebagai implementasi mitigasi bencana secara komprehensif 

Adanya kampung siaga bencana diharapkan terbentuk sistem kewaspadaan dan kemandirian melakukan antisipasi bencana, seperti banjir, gempa, atau puting beliung.

"Ketika ada titik tertentu ini potensi bencana banjir, gempa, atau angin puting beliung, maka kewaspadaannya berbeda di setiap kampung siaga bencana atau kampung tangguh," katanya dikutip dari Antara, Sabtu (22/5/2021).

Baca Juga:BMKG Sebut Jalur Evakuasi Bencana di Pesisir Jawa Kondisinya Tidak Memadai

Gubernur Khofifah menambahkan secara bertahap bisa disiapkan kampung tangguh atau kampung siaga bencana untuk membangun kemandirian masyarakat dalam melakukan mitigasi dan antisipasi bencana di Jatim.

Pada kampung tangguh atau kampung siaga bencana tersebut juga terdapat lumbung sosial. Pada lumbung sosial tersebut berbeda di setiap potensi kebencanaan, misalnya daerah potensi banjir di lumbung sosial disiapkan perahu karet dan tali.

"Nanti akan dilakukan pemetaan kembali kampung siaga bencana atau kampung tangguh sesuai dengan potensi kemungkinan risiko bencananya," jelasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Fiksi dan Eksposisi dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Geometri dan Pengukuran Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Hoki Kamu? Cek Peruntungan Shiomu di Tahun Kuda Api 2026
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Tipe Wanita Alpha, Sigma, Beta, Delta, Gamma, atau Omega?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Motor Impian Paling Pas dengan Gaya Hidup, Apakah Sudah Sesuai Isi Dompetmu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Transformasi Geometri dan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini