alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

PLN: Beban Listrik di Jawa Timur Naik 1,72 Persen

Abdul Aziz Mahrizal Ramadan Kamis, 13 Mei 2021 | 20:43 WIB

PLN: Beban Listrik di Jawa Timur Naik 1,72 Persen
Ilustrasi listrik di Jawa Timur. (Antara)

General Manager PLN UID Jawa Timur, Adi Priyanto mengatakan, meski alami kenaikan, namun dipastikan pasokan listrik di seluruh Jawa Timur aman.

SuaraMalang.id - Beban listrik di Jawa Timur (Jatim) nail sebesar 1,72 persen menjelang malam takbiran, Rabu (12/5/2021). Kenaikan tercatat 3.606 MegaWatt (MW) dari tahun lalu 3.544 MW. Kenaikan itu lantaran tingginya penggunaan listrik.

General Manager PLN UID Jawa Timur, Adi Priyanto mengatakan, dipastikan pasokan listrik di seluruh Jawa Timur aman, meski alami kenaikan.

"Beban siang H-1 Idul Fitri 1442 H sebesar 3.606 MW naik 1,72 persen dari tahun sebelumnya yakni 3.544 MW. Sementara beban malam ini sebesar 4.671 MW naik 5,65 persen dari tahun sebelumnya yakni sebesar 4.407 MW," katanya dikutip dari Antara, Kamis (13/5/2021).

PLN UID Jatim, lanjut dia, memastikan pasokan listrik di Jatim aman selama lebaran. Sebab, pihaknya memiliki daya mampu 8.080 MW dan beban puncak sebesar 3.606 MW. Kemudian memiliki cadangan 4.474 MW.

Baca Juga: Xiaomi Ajukan Teknologi Smartphone untuk Diaplikasikan di Mobil Listrik

Petugas PLN UID Jatim siap mengawal pasokan listrik di seluruh Jawa Timur, mulai dari 6 Mei hingga 21 Mei 2021.

"Saya mengimbau kepada seluruh rekan-rekan PLN yang bertugas di lapangan untuk selalu mengikuti protokol keselamatan COVID-19 terapkan 3M selalu karena keselamatan itu nomer satu," katanya.

Sebelumnya sebanyak 114 Unit PLN di Jawa Timur telah menggelar Siaga Idul Fitri mulai dari 6 - 21 Mei 2021 dengan didukung 1.338 personel pegawai dan pelayanan teknik (yantek), ditambah 136 personel Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan (PDKB), 561 mitra kerja, 246 personel Harprev Borderless, 16 unit genset mobile, serta 131 unit UGB, 4 Unit UPS portable, dan 3 unit UPS mobile.

Tak hanya itu, personel difasilitasi dengan 369 mobil yantek, 52 truk, 684 unit sepeda ULC, 21 unit mobil PDKB, 12 unit mobil skylift, 11 unit mobil crane.

"Pada masa siaga saat ini, dilarang untuk melakukan pemeliharaan jaringan listrik yang membutuhkan pemadaman, kecuali untuk keadaan-keadaan darurat, sehingga diharapkan seluruh pelanggan dapat menjalankan ibadah dengan lancar dan nyaman," katanya.

Baca Juga: Arab Saudi Kembangkan Kendaraan Listrik, Bakal Investasi di Lucid Motors

(Antara)

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait