alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Ngeri! Selama Pandemi Covid-19, 30 Persen Siswa di Jember Putus Sekolah

Chandra Iswinarno Kamis, 08 April 2021 | 17:05 WIB

Ngeri! Selama Pandemi Covid-19, 30 Persen Siswa di Jember Putus Sekolah
Ilustrasi siswa putus sekolah/ dok: google

Kepala Seksi SMA, SMK Dinas Pendidikan Jawa Timur Cabang Jember Lumajang Rosyid Althaf menyampaikan dampak Pandemi Covid-19 membuat 30 persen siswa di Jember putus sekolah.

SuaraMalang.id - Fakta mengejutkan disampaikan Kepala Seksi SMA, SMK Dinas Pendidikan Jawa Timur Cabang Jember Lumajang Rosyid Althaf yang menyampaikan dampak Pandemi Covid-19 membuat 30 persen siswa di Jember putus sekolah.

Dia menyebut, hal tersebut akibat ketakutan terhadap Covid-19 yang sudah berlebihan. Sehingga, berdampak dihentikannya penyelenggaraan pembelajaran tatap muka di sekolah.

“Fobia. Sementara yang dikorbankan ini satu generasi yang sekian tahun ke depan jadi penentu bangsa ini. Kita seolah-olah pasrah dan kalah, mengorbankan perkembangan anak, pendidikan anak,” kata Rosyid seperti dilansir Beritajatim.com-jaringan Suara.com.

Lebih lanjut, dia mengemukakan, lantaran tidak melakukan pembelajaran tatap muka selama setahun ternyata cukup berdampak luar biasa.

Baca Juga: IDI Jember Tak Rekomendasikan Pembelajaran Tatap Muka, Ini Alasannya

“Bayangkan setahun lebih tidak bersekolah. Ini data dan fakta riil: sampai dengan saat ini, di Jember, siswa yang putus sekolah hampir mencapai 30 persen. Siapa yang bertanggung jawab?” katanya.

Dari data yang dimilikinya, jumlah siswa SMA, SMK, dan pendidikan khusus dan pendidikan layanan khusus (PKPLK) di Jember mencapai 73.723 orang yang terdiri dari 38 ribu laki-laki, dan 35 ribu perempuan.

Dia melanjutkan, dari 30 persen siswa yang memutuskan berhenti sekolah kebanyakan memutuskan untuk bekerja membantu orang tua.

“Ada yang jadi pembantu rumah tangga, ada yang keluar kota, selama Covid ini, karena tidak ada pembelajaran di sekolah,” katanya.

Tak sampai di situ, dia mengemukakan, selama ini orang tua siswa lebih percaya jika pendidikan diserahkan kepada guru sekolah.

Baca Juga: IDI Jember Tidak Rekomendasikan Pembelajaran Tatap Muka di Sekolah

“Ini fakta. Saya sendiri orang tua. Kalau yang mengajar guru, marem (tenang),” katanya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait