facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Menteri Agama Bolehkan Bukber dan Tarawih, Begini Syaratnya

Abdul Aziz Mahrizal Ramadan Senin, 05 April 2021 | 18:48 WIB

Menteri Agama Bolehkan Bukber dan Tarawih, Begini Syaratnya
Ilustrasi salat tarawih. Menteri Agama membolehkan tarawih dan bukber di tengah pandemi Covid-19. [Unsplash/Levy Clancy]

kegiatan Buka Puasa Bersama (bukber) tetap dilaksanakan, harus mematuhi pembatasan jumlah kehadiran paling banyak 50 persen dari kapasitas ruangan dan menghindari kerumunan

SuaraMalang.id - Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas membolehkan warga, khususnya umat muslim, salat tarawih dan bukber (buka bersama) selama Ramadan 1442 H atau Tahun 2021. Syaratnya harus menerapkan protokol kesehatan Covid-19 secara ketat.

Hal itu tertuang dalam Surat Edaran (SE) Nomor 3 Tahun 2021 yang ditandatangani langsung Menag Yaqut, Senin (5/4/2021).

 
"Surat Edaran ini bertujuan untuk memberikan panduan beribadah yang sejalan dengan protokol kesehatan, sekaligus untuk mencegah, mengurangi penyebaran dan melindungi masyarakat dari risiko Covid-19," kata Menag Yaqut dikutip Suara.com, Senin (5/4/2021).

Berikut rincian syarat dan panduan ibadah dan aktivitas selama Ramadan yang tertuang dalam SE Nomor 3 tahun 2021:

Baca Juga: Sholat Tarawih Berjemaah Diizinkan Pemerintah, Ini 4 Syaratnya

1. Umat Islam, kecuali bagi yang sakit atau atas alasan syar'i lainnya yang dapat dibenarkan, wajib menjalankan ibadah puasa Ramadan sesuai hukum syariah dan tata cara ibadah yang ditentukan agama;

2. Sahur dan buka puasa dianjurkan dilakukan di rumah masing-masing bersama keluarga inti;

3. Dalam hal kegiatan Buka Puasa Bersama tetap dilaksanakan, harus mematuhi pembatasan jumlah kehadiran paling banyak 50 persen dari kapasitas ruangan dan menghindari kerumunan;

 
4. Pengurus masjid/musala dapat menyelenggarakan kegiatan ibadah antara lain:

a. Salat fardu lima waktu, salat tarawih dan witir, tadarus Alquran, dan iktikaf dengan pembatasan jumlah kehadiran paling banyak 50 persen dari kapasitas masjid atau musala dengan menerapkan prokes ketat, menjaga jarak aman 1 meter antarjamaah, dan setiap jamaah membawa sajadah atau mukena masing-masing;

Baca Juga: Beda dengan Tahun Lalu, Pemerintah Izinkan Salat Tarawih dan Ied Berjamaah

 
b. Pengajian/Ceramah/Taushiyah/Kultum Ramadan dan Kuliah Subuh, paling lama dengan durasi waktu 15 menit.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait