Dua Rumah Warga Jember Hancur Tertimpa Pagar Tembok, Tetangga Malah Cuek

Penyebab peristiwa pagar tembok ambruk diduga akibat terlalu tinggi dan tidak standar.

Abdul Aziz Mahrizal Ramadan
Selasa, 30 Maret 2021 | 13:11 WIB
Dua Rumah Warga Jember Hancur Tertimpa Pagar Tembok, Tetangga Malah Cuek
Kondisi rumah warga Kencong Kabupaten Jember yang hancur tertimpa pagar tembok, Senin (29/3/2021) malam. [Suara.com/Adi Permana]

SuaraMalang.id - Tak ada angin tak ada hujan, dua rumah warga di Desa Kencong, Kecamatan Kencong, Kabupaten Jember hancur tertimpa pagar tembok tetangga, Senin (29/3/2021) petang. Pemdes didampingi polisi sampai turun tangan lantaran pemilik pagar yang ambruk itu cuek saat dimintai pertanggungjawaban.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ambruknya pagar tembok yang tingginya sekitar 7 meter tersebut. Namun dipastikan, pemilik rumah mengalami kerugian material ditaksir mencapai Rp 50 juta lebih.

Diketahui rumah yang terdampak milik Imam Sya'roni dan Asnan. Separuh bagian rumah mereka hancur.

Sedangkan pagar tembok yang ambruk milik pengusaha mebel bernama Jauik alias Sutejo.

Baca Juga:Polisi Tangkap Warga Bawa Enam Kilogram Bahan Peledak

Penyebab peristiwa itu diduga akibat pagar tembok dinilai terlalu tinggi dan tidak standar.

"Bayangkan saja mas, temboknya tinggi, pondasinya mungkin kurang kuat. Ya akhirnya ambruk dan menimpa rumah saya, dan sisi lainnya milik Pak Asnan. Kalau misalnya kejadian agak malam sedikit pas kita tidur mungkin sekeluarga meninggal semua," tutur Imam Sya'roni ditemui di lokasi kejadian, Selasa (30/3/2021).

Mereka kini berharap ada ganti rugi dari pemilik pagar tembok. Namun saat dimintai pertanggung jawaban, rumah Jauik tertutup rapat. Pemilik rumah tidak membukakan pintu saat beberapa warga mendatangi rumah pemilik pagar tembok yang ambruk tersebut.

Bahkan Kepala Desa Kencong, Ahmadi yang datang ke lokasi bersama Kapolsek dan Danramil setempat tidak digubris.

"Kami bersama tiga pilar datangi rumah pemilik mebel itu, bermaksud untuk kami ajak berkoordinasi," kata Ahmadi.

Baca Juga:Tetangga Kenal Peracik Bom Bondet Jember sebagai Penjual Bambu

Padahal pihaknya bermaksud untuk mengajak rembuk terkait kejadian yang menimpa dua rumah tetangganya itu.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini