alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Kasus Fetish Kain Jarik, Gilang Divonis 5,5 Tahun Penjara

Abdul Aziz Mahrizal Ramadan Rabu, 03 Maret 2021 | 23:29 WIB

Kasus Fetish Kain Jarik, Gilang Divonis 5,5 Tahun Penjara
Ilustrasi sidang vonis Gilang fetish kain jarik di Pengadilan Negeri Surabaya. [shutterstock]

Gilang terdakwa kasus fetish modus riset membungkus korban dengan kain jarik terbongkar dari media sosial.

SuaraMalang.id - Masih ingat kasus Gilang fetish kain jarik? Kekinian, terdakwa kasus kekerasan seksual dengan modus riset membungkus korban dengan kain jarik itu telah masuki tahap vonis di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Rabu (3/3/2021).

Majelis hakim yang diketuai Khusaeni itu menjatuhkan hukuman lima tahun enam bulan penjara kepada terdakwa Gilang Aprilian Nugraha Pratama.

Gilang terbukti melanggar pasal 335 KUHP jo pasal 27 ayat (4) jo pasal 45 B atau pasal 45 ayat (4) tentang ITE jo UU 35 tahun 2014 tentang Perubahan Atas 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

“Mengadili, menyatakan terdakwa Gilang Aprilian Nugraha Pratama bersalah sesuai dakwaan Jaksa. Menghukum oleh karena itu dengan pidana penjara selama 5 tahun dan 6 bulan. Dan pidana denda sebesar Rp 50 juta yang apabila tidak bisa membayar diganti dengan kurungan selama 3 bulan,” kata Hakim Khusaeni, dikuti dari beritajatim.com media jejaring suara.com, Rabu (3/3/2021).

Baca Juga: Gilang Bungkus Divonis Penjara 5,5 Tahun dalam Kasus Fetish Kain Jarik

Sementara itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Tanjung Perak, Yusuf Akbar mengaku masih mengambil sikap pikir-pikir selama sepekan. Sebelumnya, JPU telah mengajukan terdakwa Gilang Aprilian Nugraha Pratama dihukum pidana penjara selama 8 tahun.

“Kami akan diskusikan dulu dengan pimpinan dan tim. Kami masih punya waktu 7 hari untuk menentukan sikap,” kata Yusuf.

Seperti diketahui, kasus Gilang Aprilian Nugraha Pratama viral setelah sebuah akun Twitter menuliskan kisahnya kekerasan seksual yang dialami, pada Rabu (29/7/2020). Para korban lainnya kemudian memberanikan diri melaporkan kasus itu ke Mapolrestabes Surabaya. 

Mantan mahasiswa Unair ini sebelumnya terindikasi memiliki kelainan seksual. Dia tertarik secara seksual (fetish) kepada pria yang dibungkus kain jarik. Terdakwa diduga hanya terangsang secara seksual dengan orang yang dibungkus kain.

Baca Juga: Siswi SMK Surabaya Diduga Dilecehkan Kepala Sekolah, Ayah Lapor Polisi

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait