alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Angka Kematian Ibu dan Bayi di Jember Tinggi se-Jawa Timur

Abdul Aziz Mahrizal Ramadan Rabu, 03 Maret 2021 | 10:50 WIB

Angka Kematian Ibu dan Bayi di Jember Tinggi se-Jawa Timur
ilustrasi. Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa tentang angka kematian ibu dan bayi di Jember. [Suara.com/Arry Saputra]

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meminta Pemkab Jember serius menangani kematian ibu dan bayi.

SuaraMalang.id - Angka kematian ibu dan bayi di Kabupaten Jember mengkhawatirkan sepanjang 2020. Tercatat ada 61 kasus kematian ibu saat melahirkan dan 324 kasus kematian bayi.

Hal itu diungkap Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Bahkan, menurutnya, berdasar data tersebut, Kabupaten Jember menduduki peringkat teratas kasus kematian ibu dan bayi di wilayahnya.

“Angka kematian ibu tertinggi. Angka kematian bayi nomor wahid,” katanya, seperti dikutip dari beritajatim.com media jejaring suara.com, Selasa (3/3/2021).

Merespon kondisi itu, lanjut dia, Pemkab Jember diminta serius menanggulanginya. Sebab, kesehatan ibu dan anak menjadi isu prioritas Presiden Joko Widodo demi mewujudkan sumber daya manusia berkualitas dan berdaya saing.

Baca Juga: Diperiksa Kejaksaan, Begini Penjelasan Mantan Bupati Jember Faida

“Titik dimulainya pembangunan SDM  dimulai dengan menjamin kesehatan ibu hamil, kesehatan bayi, kesehatan balita, kesehatan anak sekolah karena merupakan umur emas untuk mencetak manusia  Indonesia yang unggul. Jangan sampai ada stunting,  kematian bayi, kematian ibu  yang meningkat,” urainya.

Gubernur Khofifah kembali menegaskan, agar seluruh stakeholder di Jember berkolaborasi menangani permasalahan tersebut.

“Mohon dicari betul (cara) intervensinya. Apa yang bisa kita sinergikan, monggo, dengan suka cita kita akan bersinergi. Terutama ini ada kampus. Ketika angka kematian ibu di Surabaya tinggi, mahasiswa Unair diminta turun jadi relawan. Mungkin di sini Unej menurunkan relawan seperti yang dilakukan Unicef. Inisiatornya Unicef,” katanya.

“Harus diintervensi sesignifikan mungkin. Sedetail mungkin apa yang sebetulnya menyebabkan angka kematian ibu di Jember tertinggi, angka kematian bayi di Jember tertinggi. Angka stuntingnya (gizi buruk) juga tinggi sekali,” imbuhnya.

Baca Juga: Eks Bupati Jember Faida Diperiksa Kejari Soal Aliran APBD ke RS Bina Sehat

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait