Lawan Represi Polisi, Warga Myanmar Begadang Tiap Malam Sambil Pukuli Panci

Mencekam. Begitulah kondisi di Myanmar akhir-akhir ini. Negeri seribu pagoda itu sedang mengalami krisis politik dan pemerintahan yang berujung pada kudeta militer.

Muhammad Taufiq
Minggu, 14 Februari 2021 | 12:08 WIB
Lawan Represi Polisi, Warga Myanmar Begadang Tiap Malam Sambil Pukuli Panci
Situasi panas dan mencekam di Myanmar, warga begadang saling menjaga [Foto: BBC/Timesindonesia]

SuaraMalang.id - Mencekam. Begitulah kondisi di Myanmar akhir-akhir ini. Negeri seribu pagoda itu sedang mengalami krisis politik dan pemerintahan yang berujung pada kudeta militer.

Terbaru, situasi di Myanmar semakin tidak kondusif. Represi aparat terhadap peserta unjuk rasa gede-gedean digelar di sejumlah pusat kota

Masyarakat di sana juga begadang hampir setiap malam untuk mencegah penangkapan pengunjuk rasa oleh kepolisian. Sebab penangkapan biasanya dilakukan malam hari.

Seperti dilaporkan BBC yang dikutip dari timesindonesia.co.id, jejaring media suara.com, berbagai upaya dilakukan masyarakat Myanmar untuk melindungi warga lainnya dari penangkapan polisi.

Baca Juga:Pantas Gisel Anastasia Kepincut, Ini Fakta Rino Soedarjo Sosok Pengusaha Tampan nan Tajir

Upaya itu antara lain melakukan pemukulan panci, wajan dan sebagainya. Bunyi bertalu-talu dari perkakas rumah tangga itu nyaring untuk mengingatkan masyarakat agar tetap terbangun dan waspada terhadap aksi polisi yang menangkapi para peserta unjuk rasa.

Seperti dilansir dari BBC, bahkan ada rekaman video yang menunjukkan orang-orang di Yangon memukul panci dan wajan untuk memperingatkan tetangga mereka agar mereka mendekati mobil pasukan keamanan.

Orang-orang di Myanmar merasa sangat tidak aman, cemas dan tidak pasti tentang apa yang akan terjadi selanjutnya.

"Malam-malam tanpa tidur menjadi hal biasa di sini di Myanmar. Pasukan keamanan menyerbu tempat tinggal orang-orang di banyak tempat di seluruh negeri dan mencoba menangkap mereka yang menentang junta militer. Orang-orang saling melindungi, begadang di malam hari," kata mereka.

Di kota terbesar negara itu, Yangon, rekaman menunjukkan orang-orang berteriak dan memberi tahu tetangga ketika kendaraan keamanan mendekat.

Baca Juga:Saat Polisi Myanmar Lindungi Pendemo Kudeta Militer dari Meriam Air

Dalam sebuah video yang dibagikan dengan kantor berita Reuters, kerumunan orang terlihat mengelilingi dan berbaris di samping kendaraan polisi.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini