facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Diminta Ganti Nama Organisasi, Ini Jawaban Ketua Persatuan Dukun Nusantara

Abdul Aziz Mahrizal Ramadan Selasa, 09 Februari 2021 | 06:30 WIB

Diminta Ganti Nama Organisasi, Ini Jawaban Ketua Persatuan Dukun Nusantara
Ketua Umum Persatuan Dukun Nusantara Abdul Fatah Hasan. [Foto: Rizki Alfian/TIMES Indonesia]

Persatuan Dukun Nusantara bakal rapat atau musyawarah internal pasca pertemuan klarifikasi dengan Pemkab Banyuwangi, salah satunya membahas tentang usulan ganti nama.

SuaraMalang.id - Pasca agenda pertemuan dengan Pemkab Banyuwangi, Persatuan Dukun Nusantara atau Perdunu bakal menggelar musyawarah internal. Salah satunya membahas usulan Pemkab Banyuwangi agar mengganti nama organisasi.

Seperti diberitakan, Perdunu memenuhi undangan klarifikasi Pemkab Banyuwangi, Senin (8/2/2021).  Pada kesempatan itu, Pemkab Banyuwangi melalui Dinas Kebudayaan dan Periwisata meminta penggantian nama. Sebab konotasi dukun masih negatif dan khawatir salah penafsiran di kalangan masyarakat, terlebih luar Banyuwangi.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut Badan Kesatuan Bangsa dan Politik, Dewan Kesenian Blambangan, Majelis Ulama Indonesia, PCNU dan Muhammadiyah.

Ketua Umum Perdunu Indonesia, Kiai Abdul Fatah Hasan mengatakan, bahwa Perdunu didirikan oleh beberapa orang, maka untuk memutuskan kebijakan perlu dilakukan pembahasan atau musyawarah internal. 

Baca Juga: Persatuan Dukun Nusantara Siapkan Festival Santet

 "Kita akan melakukan musyawarah internal bersama jajaran pengurus nanti seperti apa," katanya, seperti dikutip dari timesindonesia.co.id - jaringan suara.com, Senin (8/2/2021).

"Intinya nanti akan kita tindak lanjuti dengan melakukan rapat internal bersama," imbuhnya.

Sementara itu Kepala Disbudpar Banyuwangi, M. Yanuar Bramuda mengatakan, jika sebutan 'dukun' masih dicap negatif.

"Iya karena konotasi dari kata dukun ini kan tidak semua orang mengerti dan paham betul. Mungkin orang Banyuwangi tahu istilah dukun ini, tidak negatif. Tapi orang di luar Banyuwangi ini kan beda penafsirannya," ujarnya.

Ia berharap hasil pertemuan ini menemukan titik temu penyelesaian polemik. Serta memberikan pemahaman yang jelas kepada masyarakat, agar tidak menuai masalah kemudian hari.

Baca Juga: Kiai, Gus dan Ahli Ilmu Spiritual Dirikan Organisasi Dukun di Banyuwangi

"Kita mendahulukan tabayun dalam apapun. Ini adalah cara Banyuwangi untuk menyelesaikan masalah. Insyaallah akan ada titik temu terbaik," imbuhnya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait