alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Banjir di Kota Malang, Pengembang Perumahan Wajib Bangun Sumur Resapan

Abdul Aziz Mahrizal Ramadan Senin, 25 Januari 2021 | 11:19 WIB

Banjir di Kota Malang, Pengembang Perumahan Wajib Bangun Sumur Resapan
Ilustrasi banjir di Kota Malang. (Pixabay/Hermann)

Selain itu, didorong agar warga membuat biopori di lingkungan masing-masing.

SuaraMalang.id - Pemkot Malang mewajibkan pengembang perumahan membangun sumur resapan. Hal itu bertujuan mengatasi masalah banjir yang semakin mengkhawatirkan setiap musim penghujan tiba.

Ya, kewajiban itu telah diatur melalui Surat Edaran (SE) Nomor 2 Tahun 2021. Wali Kota Malang, Sutiaji berharap dengan keluarnya SE ini bisa menjadi solusi mengurai titik banjir di wilayahnya.

"Kami minta kepada para pengembang untuk membuat sumur resapan. Jadi ketika kami memberikan ijin untuk membangun, pengembang harus bisa menjamin tidak ada limbah hujan yang masuk ke saluran air," ujarnya, seperti dikutip dari TIMESIndonesia.co.id media jejaring Suara.com.

SE tersebut juga menginstruksikan kepada setiap ketua RT dan RW untuk mendorong warganya membangun biopri (lubang resapan air) di lingkungan rumahnya masing-masing. Aturan ini telah disosialisasikan ke masyarakat.

Baca Juga: Kota Malang Perpanjang PPKM hingga 8 Februari

"Untuk SE Nomor 2 Tahun 2021 itu kami sudah komunikasikan kepada organisasi pengembang perumahan dan ketua RW dan RT di Kota Malang," sambung dia.

Selaian itu, lanjut dia, upaya untuk mengatasi banjir juga dengan menormalisasi selokan-selokan yang tersumbat. Hal itu disinyalir menjadi salah satu faktor Kota Malang dikepung banjir.

"Seperti yang kita tahu di kawasan jembatan Bandulan itu terjadi penutupan selokan. Jadi saya minta nanti segera dinormalisasi dan saya sudah koordinasi dengan camat dan lurah," katanya.

Kekinian, Pemkot Malang juga sedang menyusun masterplan saluran air atau drainase agar titik-titik banjir yang ada di Kota Malang bisa segera tuntas.

"Kami sudah rapatkan untuk membuat masterplan drainase. Titik banjir kan sudah berkurang ya dari 56 ke 26 titik. Nah sekarang yang 26 titik lagi dikerjakan, untuk jumlah yang sudah dikerjakan saya belum tahu karena belum ada laporan ke saya," urainya.

Baca Juga: Ada Puluhan Pasien Covid-19 Setiap Hari, RS Lapangan di Malang Hampir Penuh

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait