facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Waduh, Nyamuk Aides Aegypti Menyerang Kawasan Ijen Bondowoso

Abdul Aziz Mahrizal Ramadan Rabu, 20 Januari 2021 | 19:41 WIB

Waduh, Nyamuk Aides Aegypti Menyerang Kawasan Ijen Bondowoso
Ilustrasi nyamuk Aides Aegypti. (Pexels.com)

Berdasarkan data Januari 2020 lalu total ada sebanyak 34 kasus DBD di Kabupaten Bondowoso. Sedangkan 20 hari berjalan di Januari 2021, tidak sampai ada 10 kasus.

SuaraMalang.id - Kawasan Kecamatan Ijen Kabupaten Bondowoso dikabarkan mulai terjadi kasus Demam Berdarah Dengue (DBD). Diduga nyamuk Aides Aegypti telah beradaptasi dengan wilayah dataran tinggi tersebut.

Programer Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik (P2PTVZ) Dinkes Bondowoso, Haris Ahmadi mengatakan, nyamuk Aides Aegypti sudah mulai beradaptasi dengan kondisi alam di Bondowoso.

"Hal itu terbukti di Kecamatan Ijen terdapat kasus DBD. Padahal kasus DBD sebelumnya tidak ditemukan di sana," jelasnya, seperti dikutip dari TimesIndonesia.co.id--media jejaring Suara.com, Rabu (20/1/2021).

Namun, lanjut dia, bisa jadi juga wilayah dataran tinggi Ijen telah mengalami penurunan suhu atau tak sedingin sebelumnya.

Baca Juga: Enesis Group Ingatkan untuk Tak Mengabaikan Bahaya DBD di Tengah Pandemi

"Di Ijen sekarang sudah tidak dingin lagi," imbuhnya.

Sebagai langkah penanganan lebih lanjut, dinkes telah melakukan berbagai program pencegahan. Agar kasus DBD tidak naik signifikan. Bahkan nol kasus.

"Upaya tersebut dilakukan melalui program Gebrak Meja (Gerakan  Bersama Masyarakat dan Karyawan Mengendalikan Jentik Aedes) di masing-masing kecamatan dan desa," jelasnya.

Kekinian, lanjut dia, pihak puskesmas mulai melakukan pembasmian  jentik.

"Kami mengimbau warga  terus mewaspadai munculnya jentik di lingkungannya," imbaunya.

Baca Juga: Kasus DBD Hampir 96.000 di Tahun 2020, Terbanyak Ada di Bali

Ia menambahkan, bahwa nyamuk Aedes Aegypti menyukai genangan air sebagai tempat bertelur. Maka perlu menutup semua tempat penampungan air. 

"Bisa juga dengan mendaur ulang dan mengubur barang bekas. Masyarakat perlu terus memantau jentik-jentik nyamuk," paparnya.

Berdasarkan data Januari 2020 lalu total ada sebanyak 34 kasus DBD di Kabupaten Bondowoso. Sedangkan 20 hari berjalan di bulan ini, tidak sampai ada sepuluh kasus.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait