Sudah Terapkan Prokes, Dokter Bedah Plastik Ini Meninggal Akibat Covid-19

"Dia (Simoni) selalu memakai masker setiap waktu. Dia juga termasuk dokter yang menjalankan semua protokol kesehatan," ungkap Amiri

Bimo Aria Fundrika | Dini Afrianti Efendi
Selasa, 19 Januari 2021 | 18:10 WIB
Sudah Terapkan Prokes, Dokter Bedah Plastik Ini Meninggal Akibat Covid-19
Ilustrasi Covid-19 di Brazil. (Shutterstock)

SuaraMalang.id - Protokol kesehatan tentu menjadi hal yang wajib selama masa pandem Covid-19. Terlebih bagi mereka yang bekerja sebagai dokter dan tenaga kesehatan. 

Bahkan, mereka yang telah menerapkan protokol kesehatan tidak selalu menjamin akan terhindar dari Covid-19. Kejadian ini dialami Dr. Payman Simoni, Dokter Bedah Plastik Beverly Hills yang meninggal dunia karena pendarahan otak. Ia dinyatakan positif Covid-19, seperti yang diungkap rekannya Katy Amiri Younesi.

Sebelum ajalnya menjemput, Simoni (50) secara rutin melakukan injeksi filler bibir untuk pasiennya sambil menggunakan masker. Beberapa hari setelah menjalani injeksi, seorang pasien menghubungi Simoni, bahwa ia positif Covid-19. 

"Dia (Simoni) selalu memakai masker setiap waktu. Dia juga termasuk dokter yang menjalankan semua protokol kesehatan," ungkap Amiri Younesi mengutip Insider, Selasa (19/1/2021).

Baca Juga:Pasien Covid yang ML sama Perawat Gay RSD Wisma Atlet Ditetapkan Tersangka

Bahkan setiap pasien yang datang ke tempat Simoni berpraktik ia harus menjalani pemeriksaan suhu hingga mencuci tangan, sebelum menjalani treatment. 

Ilustrasi Virus Corona (Unsplash/CDC)
Ilustrasi Virus Corona (Unsplash/CDC)

Seminggu setelah dihubungi pasiennya yang positif Covid-19, Simponi dinyatakan positif Covid-19, dan kondisi kesehatannya terus menurun. Bahkan ia harus sampai menggunakan alat bantu pernapasan alias ventilator di Cedars Sinai Medical Center, karena kesulitan bernapas.

"Yang mengejutkan adalah pada awalnya Simoni sangatlah sehat. Dia mengabarkan bila ia telah positif Covid-19, lalu mengajarkan saya apa yang harus dilakukan," tutur Amiri.

Sementara itu pejabat kota John Mirisch mengakui sebuah kesalahan untuk membiarkan prosedur kosmetik terus berjalan di Los Angeles.

"Tidak ada yang perlu Botox di tengah pandemi. Ini adalah kesalahan dan harus berhati-hati," jelas Mirisch.

Baca Juga:Dirotasi PDIP ke Komisi VII Gegara Tolak Vaksin, Ribka: Santai Aja

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Love Language Apa yang Paling Menggambarkan Dirimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini