alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Ada Hand Sanitizer Mengandung Bahan Beracun, Bisa Mematikan

Dythia Novianty Senin, 18 Januari 2021 | 08:02 WIB

Ada Hand Sanitizer Mengandung Bahan Beracun, Bisa Mematikan
Ilustrasi hand sanitizer. (Shutterstock)

Sebuah merek hand sanitizer diketahui mengandung bahan beracun yang sangat mematikan.

SuaraMalang.id - Pembersih tangan (hand sanitizer) segera ditarik kembali, setelah ditemukan mengandung zat beracun dan bisa menimbulkan kematian.Standar Perdagangan telah mengeluarkan penarikan kembali 'lbcccndc Instant Hand Sanitiser' karena ditemukan mengandung 37 persen metanol, zat beracun yang berpotensi menimbulkan risiko.

Menelan atau bersentuhan dengan metanol dapat menyebabkan keracunan, gejala yang meliputi sakit kepala, penglihatan kabur, mual dan muntah, kehilangan koordinasi dan bahkan kematian. Dilansir laman Mirror, Senin (18/1/2021), produk dengan logo hijau terang mirip dengan merek rumah tangga Dettol, tersedia di eBay dan Ali Baba tetapi sekarang telah dihapus.

FDA menyatakan bahwa metanol bukanlah bahan yang dapat diterima untuk pembersih tangan dan tidak boleh digunakan karena efek toksiknya.

"Investigasi FDA atas metanol di pembersih tangan tertentu sedang berlangsung. Badan tersebut akan memberikan informasi tambahan saat sudah tersedia," Mirror mengutip Dailymail.

Baca Juga: Alasan Mencuci Tangan Pakai Sabun Lebih Baik Dibanding Pakai Hand Sanitizer

Gel tangan, yang dibuat oleh perusahaan bernama Guangzhou Sizhu Network Technology Co., juga gagal mencapai kadar etanol yang dibutuhkan untuk membunuh kuman.

"Produk pembersih tangan harus mengandung volume alkohol setidaknya 60 persen agar efektif," kata Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Ini didukung oleh Public Health England, yang menyarankan untuk hanya menggunakan pembersih tangan berbasis alkohol yang mengandung setidaknya 60 persen alkohol jika sabun dan air tidak tersedia.

"Ini sangat penting setelah menggunakan transportasi umum," pesan Public Health England.

Ibcccndc, sebaliknya, ditemukan hanya memiliki tujuh persen volume.

Baca Juga: Perusahaan Kosmetik Korea Selatan Donasi 10 Ribu Handsanitizer ke Indonesia

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait