Cerita Pilu Ibu Asal Kediri Usai Anak Cucu Jadi Korban Sriwijaya Air Jatuh

Pesawat Boeing 737-500 yang membawa 50 penumpang dan 12 kru itu dilaporkan hilang kontak pada Sabtu pukul 14.40 WIB.

Ronald Seger Prabowo
Minggu, 10 Januari 2021 | 13:56 WIB
Cerita Pilu Ibu Asal Kediri Usai Anak Cucu Jadi Korban Sriwijaya Air Jatuh
Ibu dari penumpang pesawat Sriwijaya Air SJ-182 rute Jakarta-Pontianak menujukkan foto anak dan cucunya di Kediri, Jawa Timur, Minggu (10/1/2021). (ANTARA/Ach)

SuaraMalang.id - Tragedi jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182 yang hilang kontak di perairan sekitar Kepulauan Seribu, Sabtu (9/1/2021) pukul 14.40 WIB membawa duka yang mendalam.

Termasuk keluarga penumpang asal Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, Jawa Timur yang berharap ada keajaiban dari Allah SWT sehingga seluruh penumpang dan kru pesawat bisa selamat.

"Saya masih berharap ada keajaiban dari Allah, mudah-mudahan bisa ketemu anak cucu saya," kata Nanik Mardiyah, ibu dari Rahmania Ekananda, penumpang pesawat Sriwijaya Air SJ-182, saat ditemui di rumahnya di Desa Tulungrejo, Kecamatan Pare, Minggu (10/1/2021) dilansir dari Antara.

Satu anak dan dua cucu Nanik serta seorang perawat yang membantu mengasuh cucu Nanik ada dalam daftar penumpang pesawat Sriwijaya Air dengan nomor register PK-CLC SJ 182 yang terbang dari Jakarta menuju Pontianak pada Sabtu (9/1/2021) siang.

Baca Juga:Hilang Kontak, Pesawat Sriwijaya Air Rute Jakarta-Pontianak Masih Dicari

Nanik tidak bisa tidur setelah mendengar kabar mengenai kecelakaan pesawat yang ditumpangi oleh anaknya Rahmania Ekananda (40), cucunya Fazila Amara (6) dan Fatima Asalim (2,5 tahun), serta pengasuh cucunya, Dinda (16).

Nanik awal bulan lalu datang ke Jakarta karena rindu dengan cucunya dan menginap beberapa hari di rumah anak pertamanya, Rahmania, di Jakarta.

Suami Rahmania adalah anggota TNI Angkatan Udara yang bertugas di Lanud Supadio Pontianak. Rahmania dan anak-anaknya lebih banyak tinggal di Jakarta karena masa tugas suaminya di Pontianak hanya dua tahun.

Selama berada di Jakarta, Nanik melihat anaknya selalu tersenyum dan berusaha untuk menyenangkan hatinya.

Nanik mengatakan bahwa Rahmania memang berencana mengunjungi suaminya di Pontianak bersama dua anak dan pengasuh anaknya.

"Dua hari lalu kirim foto swab test, dua anak dan satu pengasuh, jadi empat-empatnya negatif. Besoknya (Sabtu) kirim foto sudah di ruang tunggu bandara di Cengkareng (Bandar Udara Internasional Soekarno–Hatta). Foto anaknya di ruang tunggu," katanya dengan suara bergetar.

Baca Juga:Kemenhub Investigasi Pesawat Sriwijaya Air Hilang Kontak

Nanik sempat menanyakan jadwal keberangkatan pesawat yang ditumpangi oleh anaknya. Setelah menurut jadwal anaknya sampai di Pontianak, dia berusaha menghubungi anaknya namun gagal tersambung.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini