alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Bupati Jember Faida Cueki Aksi Protes Sopir Dump Truk Soal Anggaran BBM

Abdul Aziz Mahrizal Ramadan Senin, 04 Januari 2021 | 14:45 WIB

Bupati Jember Faida Cueki Aksi Protes Sopir Dump Truk Soal Anggaran BBM
Upaya pemakzulan terhadap Bupati Faida akhirnya kandas di Mahkamah Agung (MA). [Dok.TIMES Indonesia]

Masalah anggaran operasional sudah terjadi dan dilaporkan ke Bupati Faida, sejak November 2020 lalu,

SuaraMalang.id - Puluhan sopir dump truk menggelar aksi protes akibat anggaran BBM tak kunjung cair, Senin (4/1/2021).

Meski demikian, Bupati Jember Faida terkesan cuek menanggapi hal itu.

Dilansir dari timesindonesia.co.id --media jejaring suara.com, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DKLH) Jember Aris Maya Parahita mengungkapkan, kondisi operasional truk pengangkut sampah diakui bermasalah sejak November 2020 lalu. Terkait tak kunjung cair anggaran BBM itu, Ia mengaku telah berkirim surat ke Bupati Jember Faida. Hanya saja, ada tanggapan konkret hingga saat ini.

"Truk pengangkut sampah nggak mogok bisa digunakan normal, hanya BBM tidak ada. Tanpa BBM mana mungkin sampah bisa diangkut,” katanya, Senin (4/1/2021).

Baca Juga: Tina Toon Apresiasi Bintang Suara, Warga Malang Jangan Lupa Daftar

Seperti diberitakan sebelumnya, Puluhan truk pengangkut sampah terparkir di depan Pendapa Wahyawibawagraha dan Kantor Pemkab Jember, Senin (4/1/2021). Aksi itu bentuk protes para sopir truk lantaran anggaran operasional untuk BBM tak kunjung cair.

Aksi tersebut juga dipertegas dengan penampakan spanduk yang sengaja dipasang oleh massa aksi, bertuliskan “Mohon Maaf Kami Tidak Operasional, Truk Sampah Ini Butuh BBM”.

Hal tersebut dibenarkan oleh salah satu sopir truk yang jugaa koordinator sopir truk pengangkut sampah, Sunindar. Pihaknya mengeluhkan anggaran operasional tak kunjung diterima, sedangkan inisiatif patungan (urunan) para sopir truk sebelumnya telah seret.

“Sejak dua bulan ini belum ada anggaran untuk BBM. Sebelumnya kami mengoperasionalkan truk ini menggunakan dana TPP (Tambahan Penghasilan Pegawai). Namun karena sekarang uangnya habis, ya sudah truk diparkir dan tidak beroperasi,” ujarnya.

Baca Juga: Daftar Kejadian Viral dan Bikin Kehebohan Medsos di Malang Sepanjang 2020

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait