Kaleidoskop Malang 2020, Kasus Perundungan hingga Wali Kota Terpapar Corona

Sedikitnya ada delapan catatan peristiwa penting sepanjang 2020.

Abdul Aziz Mahrizal Ramadan
Minggu, 27 Desember 2020 | 07:00 WIB
Kaleidoskop Malang 2020, Kasus Perundungan hingga Wali Kota Terpapar Corona
Para aremania menggeruduk kantor DPRD Kota Malang (Suara.com/Aziz Ramadani)
Para aremania menggeruduk kantor DPRD Kota Malang (Suara.com/Aziz Ramadani)
Para aremania menggeruduk kantor DPRD Kota Malang (Suara.com/Aziz Ramadani)

Ratusan Aremania -- julukan suporter klub sepak bola Arema -- berunjuk rasa di depan gedung DPRD Kota Malang, pada  Senin (16/11/2020). Mereka meminta legislatif dan eksekutif Pemda Kota Malang menuntaskan konflik dualisme yayasan Arema yang tak kunjung ada penyelesaian. Konflik ini telah terjadi sekitar 2011 silam, atau telah berlangsung selama 9 tahun.

Wali Kota Sutiaji didampingi Ketua DPRD Kota Malang I Made Rian Diana Kartika beserta jajaran pimpinan dewan menemui massa aksi dan menjanjikan akan menuntaskan kasus tersebut. Belakangan diketahui status Yayasan Arema telah diblokir oleh ketua yayasan saat itu, M .Nur. Hasil itu diketahui setelah berkonsultasi dengan Kementerian Hukum dan HAM.

8.  Wali Kota Malang Sutiaji terpapar Covid-19 [1 Desember 2020]

Wali Kota Malang Setiaji mulai bekerja setelah dinyatakan bebas Covid-19 (Suara.com/Aziz Ramadani)
Wali Kota Malang Setiaji mulai bekerja setelah dinyatakan bebas Covid-19 (Suara.com/Aziz Ramadani)

Wali Kota Malang Sutiaji mengumumkan dirinya terkonfirmasi positif Covid-19 melalui akun media sosial pribadinya. Hampir berbarengan dengan pengumuman Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang juga terpapar virus.

Baca Juga:Hilang di Pantai Parangkusumo, Jasad Fajar Ditemukan di Malang

Sutiaji mengaku tak tahu dari mana awal tertular virus. Diketahui juga, istri dan seorang anaknya terkonfirmasi Covid-19 dan menjalani isolasi secara mandiri.

"Baru tadi malam (Senin, 30 November 2020) hasilnya keluar dan kami dinyatakan positif Covid-19," katanya.

Hampir bersamaan, Sekretaris Daerah Kota Malang Wasto juga dilaporkan terpapar virus. Merespon itu, Pemkot Malang memutuskan untuk penerapan work from home (WFH) bagi seluruh aparatur sipil negara (ASN). Kompleks balai kota dan gedung perkantoran lainnya juga ditutup sementara waktu untuk proses sterilisasi.

Dua pekan kemudian, Wali Kota Sutiaji dinyatakan negative Covid-19 setelah melakukan serangkain tes. Setelah melakukan pemulihan dan dinyatakan sembuh, Ia kembali bekerja pada 15 Desember 2020 lalu.

Baca Juga:10 Hotel di Batu Malang yang Cocok untuk Liburan Keluarga

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini