- Pemerintah Kota Malang menolak memberikan pendampingan hukum kepada mantan Kepala Sekolah SMPN 18 berinisial MAH pada Selasa (29/9/2026).
- Delapan pelajar berusia 13 hingga 15 tahun melaporkan MAH ke Polresta Malang Kota atas dugaan penganiayaan.
- Pemerintah Kota Malang mencopot jabatan MAH dan mencabut seluruh hak mengajarnya sebagai sanksi administratif tegas.
SuaraMalang.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Malang menegaskan menolak memberikan pendampingan hukum apapun kepada mantan Kepala Sekolah SMP Negeri 18 Malang berinisial MAH, yang dilaporkan atas dugaan penganiayaan terhadap sejumlah muridnya.
Keputusan tegas ini diambil menyusul laporan resmi yang dilayangkan sedikitnya delapan pelajar, berusia antara 13 hingga 15 tahun, ke Polresta Malang Kota atas perlakuan kasar yang mereka alami dari sang mantan pimpinan sekolah tersebut.
Para korban yang kini berstatus pelapor adalah RAF (15), MPA (14), MF (14), RTI (14), ZYP (14), BAD (13), AFM (13), dan UW (13).
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak akan melindungi aparatur sipil yang mencederai ekosistem pendidikan dan memicu trauma psikologis mendalam bagi para peserta didik.
"Tidak ada pendampingan hukum. Dari pemkot, dipastikan tidak ada sama sekali," tegas Wahyu di Kota Malang, Selasa (29/9/2026).
Wahyu menambahkan, pihaknya sudah berulang kali memperingatkan seluruh tenaga pendidik agar menjunjung pendekatan humanis dan mengikis habis arogansi kekerasan di ruang kelas.
"Kami sudah berulang-ulang menyampaikan bahwa mendidik murid itu pantang menggunakan kekerasan. Kasus ini sangat serius dan tidak bisa ditoleransi," sambungnya.
Tak cuma menutup pintu bantuan hukum, Pemkot Malang juga menjatuhkan sanksi administratif berlapis. MAH telah resmi dicopot dari jabatannya sebagai kepala sekolah. Meski status kepegawaiannya dikembalikan sebagai guru biasa, Pemkot mencabut hak mengajarnya.
"Statusnya guru, tetapi dipastikan dinonjobkan dan tidak diberikan jam terbang mengajar sama sekali," jelas pihak Pemkot.
Baca Juga: Kekerasan Eks Kepsek SMPN 18 Malang Terkuak: 10 Siswa Trauma, Polisi Mulai Bergerak
Menanggapi insiden yang mencoreng citra dunia pendidikan Kota Malang ini, Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kota Malang, Dandung Djulharjanto, memastikan bakal segera melakukan audit dan supervisi langsung ke sekolah-sekolah di bawah koordinasi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud).
Sebagai langkah pencegahan jangka panjang, Pemkot berencana menggelar pembekalan khusus (retreat) bagi seluruh guru guna menata ulang pemahaman bahwa peran pendidik bukan sekadar pengajar akademis, melainkan pelindung siswa.
"Guru punya tanggung jawab mendampingi dan melindungi peserta didik. Kami akan siapkan semacam retreat sebagai pembekalan etika dan penguatan mental agar peristiwa memalukan ini tak lagi berulang," tandas Dandung. (ANTARA)
Berita Terkait
-
Kekerasan Eks Kepsek SMPN 18 Malang Terkuak: 10 Siswa Trauma, Polisi Mulai Bergerak
-
Viral Tampar Siswa di Depan Gerbang, Kepsek SMPN 18 Malang Resmi Dicopot Usai Didemo Massal
-
Gara-Gara Tak Pakai Baju Lurik, Kepsek SMPN 18 Malang Diduga Tampar Siswa 4 Kali dan Ditonjok
-
Masa Kerja Tak Berlaku Lagi, TPP ASN Kota Malang Kini Murni Berdasarkan Kinerja
Terpopuler
- Sosok Arnold Aristoteles, Mantan Jenderal yang Dimarahi Menteri PU Dody Hanggodo
- Apakah Kulkas Harus Dimatikan saat Membersihkan Bunga Es? Begini Cara yang Benar
- Urutan Pemakaian Air Mawar, Moisturizer, dan Sunscreen di Pagi Hari yang Tepat
- 15 Kode Redeem FF Terbaru 27 September 2026, Lengkap Trik Jitu Dapatkan Bundle Sasuke
- 9 Bedak Padat dan Tabur Terbaik di Indomaret di Bawah 50 Ribu
Pilihan
-
Masinis Argo Bromo Anggrek Jadi Tersangka Kecelakaan Kereta di Bekasi
-
Hasil Rapat Haji di Istana, Masa Tunggu Jadi 14 Tahun
-
Hasil Investigasi di Lapas Cibinong: Kulkas Berisi Miras hingga Perabotan Mewah Milik Kasi Kamtib
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
Terkini
-
Diduga Aniaya 8 Siswa, Eks Kepsek SMPN 18 Malang Tidak Dapat Bantuan Hukum dari Pemkot
-
Kekerasan Eks Kepsek SMPN 18 Malang Terkuak: 10 Siswa Trauma, Polisi Mulai Bergerak
-
Butuh Tukar Valas? BRI Money Changer Hadir di Berbagai Lokasi
-
BRI Peduli Wujudkan Mimpi Mahesa, Hadiahkan Sepeda untuk Temani Langkah Menuju Cita-Cita
-
Viral Tampar Siswa di Depan Gerbang, Kepsek SMPN 18 Malang Resmi Dicopot Usai Didemo Massal