Wakos Reza Gautama
Senin, 27 Juli 2026 | 16:15 WIB
Ilustrasi HIV. Dinas Kesehatan Kota Malang mencatat lonjakan kasus HIV menjadi 186 orang dari 10.873 warga yang mengikuti VCT hingga Mei 2026. [ist]
Baca 10 detik
  • Dinas Kesehatan Kota Malang mencatat lonjakan kasus HIV menjadi 186 orang dari 10.873 warga yang mengikuti VCT hingga Mei 2026.
  • Kelompok Laki-laki Seks dengan Laki-laki mendominasi temuan tersebut dengan jumlah mencapai 100 orang akibat perilaku seksual berisiko.
  • Pemerintah Kota Malang mengerahkan 40 fasilitas kesehatan untuk memperluas deteksi dini serta memberikan pendampingan pengobatan penuh bagi warga terpapar.

SuaraMalang.id - Jangan buru-buru panik melihat data terbaru kasus HIV di Kota Malang yang melonjak hampir dua kali lipat dalam hitungan bulan.

Di balik angka-angka tersebut, tersimpan sebuah narasi tentang keberanian dan tumbuhnya kesadaran masyarakat untuk memeriksakan diri.

Pada Maret 2026 angka temuan masih berkisar di angka 90-an, data terbaru hingga Mei 2026 mencatat lonjakan signifikan 186 orang terdeteksi positif dari total 10.873 warga yang mengikuti layanan Voluntary Counselling and Testing (VCT).

Bagi Pemerintah Kota Malang, ini bukan sekadar statistik kelam, melainkan keberhasilan deteksi dini. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang, Husnul Muarif, menjelaskan bahwa kenaikan ini adalah bukti bahwa layanan VCT berjalan maksimal.

Semakin banyak warga yang sadar untuk memeriksakan status kesehatannya, semakin cepat mata rantai penularan bisa diputus.

"Salah satunya memang karena tumbuhnya kesadaran masyarakat untuk itu (VCT)," ungkap Husnul saat ditemui di Gedung DPRD Kota Malang, Senin (27/7/2026).

Namun, data tersebut mengungkap fakta yang perlu diwaspadai. Mayoritas dari mereka yang terpapar, yakni sekitar 52-53 persen, adalah laki-laki.

Penelusuran Dinkes menemukan bahwa kelompok populasi Laki-laki Seks dengan Laki-laki (LSL) mendominasi temuan dengan angka mencapai 100 orang. Sebuah fakta yang menunjuk langsung pada pola perilaku seksual sebagai faktor risiko utama.

HIV tidak lagi hanya menjadi isu di sudut-sudut prostitusi. Berdasarkan data Dinkes, penyebaran virus ini telah menyentuh berbagai lapisan masyarakat secara lintas sektor.

Baca Juga: Hari Anak Nasional 2026, BRI Peduli Perkuat Karakter dan Wawasan Siswa SD

Tercatat, ada sembilan orang pelanggan pekerja seks yang terjangkit, delapan ibu hamil yang kini harus berjuang demi janinnya, hingga lima orang calon pengantin yang baru mengetahui status mereka saat mengurus surat keterangan sehat.

Bahkan, pilu terasa saat satu kasus ditemukan pada anak yang tertular dari ibunya yang merupakan Orang Dengan HIV/AIDS (ODHIV).

Menyikapi dinamika ini, Pemkot Malang tidak tinggal diam. Sebanyak 40 fasilitas kesehatan di seluruh penjuru kota telah diinstruksikan untuk bergerak lebih agresif.

Fokusnya bukan lagi sekadar menunggu warga datang, tapi mendorong mereka yang telah tes untuk mengajak pasangannya.

"Kami ingin deteksi dini berjalan maksimal. Bagi mereka yang terpapar, kami pastikan pendampingan penuh, mulai dari akses pengobatan hingga kedisiplinan mengonsumsi obat agar mereka tetap bisa beraktivitas secara produktif," tegas Husnul. (ANTARA)

Load More