- Badan Gizi Nasional menghentikan sementara program Makan Bergizi Gratis yang berdampak pada operasional ribuan dapur umum di Jawa Timur.
- Kebijakan tersebut menyebabkan 192.000 relawan di 4.100 unit pelayanan kehilangan sumber pendapatan harian secara mendadak dan tanpa kepastian.
- Kondisi ini memicu kesulitan ekonomi bagi para relawan, termasuk ancaman penarikan kredit kendaraan akibat penghentian operasional dapur yang berkepanjangan.
SuaraMalang.id - Penghentian sementara (suspend) program Makan Bergizi Gratis (MBG) oleh Badan Gizi Nasional (BGN) bukan sekadar urusan birokrasi.
Di Jawa Timur, kebijakan ini memicu keresahan bagi 192.000 jiwa yang menggantungkan hidup sebagai karyawan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Bagi Hani, seorang pemilik SPPG di Malang, situasi ini adalah mimpi buruk. Dapur miliknya mati suri. Ironisnya, para karyawan yang selama ini berjuang memenuhi gizi anak sekolah, kini justru kesulitan memenuhi kebutuhan perut sendiri.
"Banyak kawan-kawan kami terpaksa mencari pekerjaan apa saja. Informasi kapan dapur dibuka lagi masih gelap," keluh Hani, Kamis (2/7/2026) dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.
Masalahnya kian pelik karena penghasilan dari dapur umum ini adalah napas utama bagi banyak keluarga. Hani menceritakan kisah pilu para karyawan yang sudah terlanjur mengambil kredit kendaraan bermotor karena mengira pekerjaan ini akan stabil.
Kini, ketika dapur tutup, mereka harus pontang-panting mencari uang demi menyelamatkan motor mereka dari tarikan debt collector.
Pekerjaan di SPPG bukanlah tugas ringan. Dengan upah Rp 75 ribu hingga Rp 150 ribu per hari, mereka terbagi dalam unit-unit presisi, mulai dari tim persiapan bahan baku, juru masak, hingga ahli gizi yang meracik menu. Kini, semua divisi, mulai dari petugas keamanan hingga pencuci piring, mendadak jadi pengangguran.
Skala dampak ini pun tak main-main. Berdasarkan data Gabungan Pengusaha Makan Bergizi Indonesia (Gapembi) Jawa Timur, ada sekitar 4.100 SPPG yang operasional di Jatim.
Jika setiap dapur mempekerjakan 47 orang, maka total ada 192.000 orang yang kini kehilangan pendapatan harian secara mendadak.
Baca Juga: Perampokan Honda Jazz di Sumberpucung Malang Berakhir di Tangan Polisi
Ketua Umum Gapembi Jatim, Machrus Sholeh, atau yang akrab disapa Gus Machrus, mengaku prihatin dengan kondisi ribuan relawan yang dirumahkan tanpa kepastian ini. Ia memperkirakan, dapur-dapur ini baru akan mengepul kembali saat lonceng tahun ajaran baru sekolah berbunyi.
"Kasihan kondisi relawan hari ini. Kami terus mendorong BGN untuk segera melakukan evaluasi. Jika prosedur teknis sudah terpenuhi, tolong segera buka kembali suspend-nya," tegas Gus Machrus.
Berita Terkait
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 5 Sunscreen Brand Jepang untuk Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harga
Pilihan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
-
Bundaran HI Dijaga Ketat, Solidaritas Warga Mengalir: Ini Titik Logistik untuk Pendemo
-
Jelang Demo Mahasiswa, Bundaran HI Dijaga Ketat: Kendaraan Taktis Siaga, Lalin Masih Normal
Terkini
-
Percepat Pemulihan Pascagempa NTT, BRI Peduli Siapkan Posko Logistik dan Dapur Umum
-
Bantu Warga Terdampak Gempa Flores, Relawan BRI Peduli Salurkan Kebutuhan Pokok
-
Cari Kendaraan Baru? BRI KKB Expo 2026 Hadirkan Solusi Pembiayaan yang Lebih Mudah
-
Rayakan HUT ke-81 RI, BRI Tebar Promo Spesial
-
Gunung Geger Membara! 12 Hektare Hutan Jati Hangus Dilalap Si Jago Merah dalam Sekejap