- Koperasi Desa Merah Putih di Desa Senggreng, Malang, tetap beroperasi efektif meski belum memiliki gedung fisik permanen.
- Sejak legalitas diterbitkan November 2025, koperasi fokus pada sektor sembako dengan meraih omzet Rp20 juta setiap bulannya.
- Koperasi kini mengelola 200 anggota aktif dan menargetkan peningkatan menjadi 1.000 anggota hingga akhir tahun 2026 mendatang.
SuaraMalang.id - Di sebuah sudut teras Kantor Desa Senggreng, Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang, kesibukan luar biasa tampak setiap harinya. Tidak ada gedung megah dengan pendingin ruangan, apalagi papan nama neon yang berkilau.
Namun, di balik kesederhanaan itu, denyut nadi ekonomi warga sedang berdenyut kencang melalui Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
Meski hingga saat ini belum memiliki bangunan fisik sendiri, kinerja KDMP Desa Senggreng justru patut diacungi jempol.
Sejak resmi mengantongi legalitas dari Kemenkumham pada November 2025 lalu, koperasi ini telah membuktikan bahwa keterbatasan infrastruktur bukan penghalang untuk berprestasi.
"Kami memang belum memiliki bangunan fisik karena kendala lahan yang representatif. Namun, semangat kami adalah meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat," ungkap Kepala Desa Senggreng, Rendyta Witrayani Setyawan, Kamis (21/5/2026) malam dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.
Bukannya tanpa upaya, Rendyta menjelaskan bahwa pihak desa sebenarnya memiliki Tanah Kas Desa (TKD). Namun, niat membangun gedung koperasi terbentur aturan ketat. Lahan tersebut adalah persawahan produktif kelas satu yang fungsinya tidak boleh dialihkan.
"Tanah kas desa kami masuk kelas persawahan produktif, jadi tidak mungkin berubah fungsi. Kami sedang berupaya mengajukan bantuan ke Pemkab maupun instansi lain agar bisa dibantu mendapatkan lahan yang sesuai," tambahnya.
Sambil menunggu impian memiliki gedung terwujud, Rendyta tak mau berpangku tangan. Halaman depan kantor desa pun disulap menjadi ruang operasional.
Untuk distribusi barang, mereka mengandalkan armada seadanya. Motor Viar roda tiga inventaris desa, atau sesekali menyewa mobil pikap milik anggota.
Baca Juga: Arema FC vs PSIM: Misi Singo Edan Segel Kemenangan Ketiga Beruntun
Keterbatasan armada justru memicu kreativitas. KDMP kini fokus pada sektor kebutuhan pokok (sembako). Hasilnya tidak main-main, omzet yang diraih kini mencapai Rp20 juta per bulan.
Salah satu komoditas primadonanya adalah telur ayam. Setiap hari, koperasi ini mampu menyerap dan menjual sedikitnya 30 kilogram telur dari peternak lokal di wilayah Senggreng.
Dengan harga yang bersaing mengikuti pasar, KDMP berhasil menjaga ekosistem ekonomi yang saling menguntungkan antara produsen lokal dan konsumen desa.
"Alhamdulillah, omzet Rp20 juta itu cukup besar bagi kami yang baru memulai. Kami optimis angka ini akan terus naik seiring terwujudnya gedung permanen nantinya," kata Rendyta dengan nada optimis.
Saat ini, KDMP sudah memiliki 200 anggota aktif. Namun, Rendyta memasang target tinggi. Ia memproyeksikan koperasi ini akan merangkul hingga 1.000 anggota pada akhir tahun 2026.
Bagi Rendyta dan warga Senggreng, KDMP bukan sekadar unit usaha. Ia adalah simbol keberanian desa untuk mengelola nasib ekonominya sendiri, meski harus dimulai dari motor roda tiga dan teras kantor desa.
Berita Terkait
-
Arema FC vs PSIM: Misi Singo Edan Segel Kemenangan Ketiga Beruntun
-
Jasad Bayi Ditemukan di Kantong Plastik di Tepi Jalan Malang, Polisi Buru Pelaku Lewat Rekaman CCTV
-
Alarm Bahaya dari Malang: Saat Anak-anak Mulai Mahir Menggasak Motor dan Membobol Rumah
-
Topeng Ayah Mantan Pacar: Aksi Bejat Driver Ojol di Malang Terbongkar Berkat Firasat Guru
Terpopuler
- Dapat Warisan PR Karhutla, Menko Polkam Dudung Siap Terjun Langsung ke Lokasi
- 4 Rekomendasi Pelembap Viva untuk Kulit Kering, Bantu Perbaiki Skin Barrier
- Aliran Minyak di Selat Hormuz Sudah Normal, Mengapa Harga BBM Masih Mahal?
- Selamat Tinggal Kevin Diks, Cabut Lebih Cepat dari Skuad Timnas Indonesia Usai Juara
- 8 Sneakers Lokal Paling Nyaman dan Modis untuk Gaya Harian, Mulai Rp200 Ribuan
Pilihan
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
-
Satgas PKH Pamer Tumpukan Duit Rp13 Triliun Hasil Penyelamataan Keuangan Negara di Hadapan Prabowo
-
Nama Puan Disebut Jadi Pengganti Gibran, Begini Respons Ketua DPR
-
Disaksikan Andi Gani dan Perwakilan Buruh, DPR Resmi Sahkan RUU Perlindungan Ketenagakerjaan Jadi UU
Terkini
-
Nasib Tragis Mantan Kepala SMPN 18 Malang: Dicopot Jabatan Kini Kasusnya Naik Penyidikan
-
Lewat BRILink Agen, BRI Dorong Inklusi Keuangan Warga Pelangiran di Wilayah Perairan Provinsi Riau
-
PELOPOR BRI 2026 Perkuat Komitmen BRI Bangun Ekosistem Antikorupsi
-
Motor Mahasiswa Raib 'Distep' Maling, Pelaku Kena Jebak Pas Mau COD
-
BRI Peduli Sahabat Disabilitas Dorong Kesempatan Kerja Setara lewat Pelatihan