Wakos Reza Gautama
Selasa, 12 Mei 2026 | 09:20 WIB
Kadishub Malang Widjaja Saleh Putra menyebut sudah memetakan empat titik rawan macet di masa liburan panjang nanti. [ANTARA]
Baca 10 detik
  • Dinas Perhubungan Kota Malang menyiagakan teknologi pengawasan digital guna mengurai potensi kepadatan lalu lintas saat libur panjang mendatang.
  • Empat titik utama yang dipantau meliputi Jalan Ahmad Yani, Jalan Borobudur, kawasan Kayutangan, serta area Alun-Alun Merdeka Malang.
  • Petugas akan melakukan tindakan cepat berdasarkan data real-time untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan serta kemungkinan anomali arus lalu lintas.

SuaraMalang.id - Menyambut rentetan libur panjang, mulai dari Kenaikan Isa Almasih, Hari Raya Waisak, hingga Idul Adha, Pemerintah Kota Malang tak mau kecolongan.

Dinas Perhubungan (Dishub) Malang mengerahkan "mata-mata digital" untuk memastikan roda kendaraan tetap berputar di kota pendidikan ini.

Kepala Dishub Kota Malang, Widjaja Saleh Putra, telah memetakan empat titik syaraf utama yang diprediksi akan mengalami lonjakan volume kendaraan. Bukan tanpa alasan, setiap ruas jalan ini memiliki karakter unik yang mengundang massa.

Pertama adalah Jalan Ahmad Yani. Ini merupakan gerbang utama bagi mereka yang baru saja keluar dari Gerbang Tol Singosari. Jalan ini adalah "leher botol" pertama yang harus dilewati wisatawan sebelum menyentuh jantung kota.

Kedua adalh Jalan Borobudur yang merupakan jalur pendukung menuju arah Kota Batu yang kini menjelma menjadi surga kafe. Di sini, kendaraan seringkali melambat bukan hanya karena volume, tapi juga aktivitas warga yang mencari tempat bersantai.

Ketiga adalah Jalan Basuki Rahmat (Kayutangan), ikon baru pariwisata Malang. Deretan bangunan bersejarah, kafe estetik, dan restoran di kawasan Heritage ini dipastikan akan dipadati manusia.

Lalu selanjutnya adalah Jalan Merdeka yaitu di area Alun-Alun Merdeka tetap menjadi jujukan favorit keluarga dan warga lokal untuk menghabiskan waktu sore.

Menyadari jumlah personel lapangan yang tak sebanding dengan ribuan kendaraan yang masuk, Dishub Malang kini mengandalkan kecanggihan teknologi. Laporan real-time dari aplikasi dan kamera pengawas menjadi senjata utama.

"Kami menggunakan teknologi yang mampu memberikan laporan secara real-time. Jadi, jika di titik-titik itu muncul kemacetan, kami bisa langsung mengirimkan petugas ke lokasi untuk penanganan cepat," ujar Widjaja di Malang, Senin (11/5/2026).

Baca Juga: Polresta Malang Kota Bongkar 32 Kasus Narkoba dalam Sebulan, Mahasiswa Ikut Terseret

Menariknya, ada prediksi sedikit berbeda untuk libur panjang kali ini. Dishub memperkirakan kepadatan di jalur nasional penghubung Malang-Kabupaten Malang tidak akan se-ekstrem biasanya.

Pasalnya, rangkaian libur panjang ini berbarengan dengan musim haji, di mana banyak warga yang lebih fokus pada kegiatan ibadah dan keberangkatan ke tanah suci.

Meski begitu, Widjaja enggan bersantai. Ia tetap mewaspadai adanya "anomali", kondisi di mana arus kendaraan tiba-tiba melonjak di luar prediksi.

"Kami tetap melakukan antisipasi terhadap potensi anomali. Artinya, kondisi yang semula diprediksi landai bisa tiba-tiba macet," tuturnya.

Untuk urusan rekayasa lalu lintas yang lebih ekstrem, Dishub terus menjalin komunikasi intensif dengan Satlantas Polresta Malang Kota. (ANTARA)

Load More