-
Konflik dua yayasan SMK Turen di Kabupaten Malang berdampak pada ribuan siswa diliburkan.
-
Lingkungan sekolah tak kondusif dan fasilitas belajar tidak berfungsi.
-
Pembelajaran dialihkan daring akibat konflik dan masalah keamanan.
Ia juga membantah tudingan menduduki ruang kelas maupun laboratorium. Menurutnya, YPTT hanya menempati kantor yayasan yang diklaim telah dikuasai pihak lain sejak 2016 dan telah dibawa ke ranah hukum.
“Tidak benar jika kami dituduh menduduki ruang laboratorium. Kami tidak pernah masuk ke ruang kelas. Kami hanya menempati kantor yayasan yang sejak 2016 dirampas, dan sudah kami laporkan dengan bukti akta autentik,” ucap Hadi.
Sementara itu, Ketua YPTWT, Ir. Mulyono, menilai kebijakan meliburkan siswa diambil setelah situasi keamanan memburuk pasca insiden perusakan pagar sekolah pada Minggu (28/12/2025) dini hari.
“Sejak kejadian itu, situasi sekolah memanas. Ada oknum yang kami duga menduduki sekolah sehingga kehadiran orang-orang tidak dikenal mengganggu psikologis siswa,” ujar Mulyono.
Atas kondisi tersebut, YPTWT menghentikan sementara pembelajaran tatap muka dan mengalihkan proses belajar ke daring. Ia berharap aparat penegak hukum segera menyelidiki kasus perusakan pagar sekolah, seiring berlanjutnya konflik dualisme yayasan SMK Turen yang berdampak langsung pada ribuan siswa.
“Kami berharap aparat penegak hukum segera menyelidiki kasus perusakan pagar sekolah. YPTWT adalah penyelenggara yang sah, sedangkan SMK Turen adalah pelaksana pendidikan yang sah secara hukum,” katanya.
Mulyono menambahkan, pendudukan ruang kantor yang dinilai tidak sesuai koridor hukum membuat upaya mediasi antar yayasan sulit dilakukan.
“Jika yayasan lain sudah menduduki ruang kantor tidak sesuai koridor hukum, maka sulit bagi kami untuk duduk berdamai,” katanya.
Berita Terkait
-
Dari Tanah Papua ke Jakarta, Jejak Perlawanan di Balik Salib Merah PMKRI
-
Kota Pelajar untuk Perantau, 32 Ribu Anak Malang Justru Tidak Sekolah
-
Harga Minyak Turun Tipis Terdorong Lobi Diplomasi AS-Iran
-
Harga Minyak Dunia Melandai Tipis di Tengah Tensi Timur Tengah
-
Rupiah Kian Letoi, BI Bilang MSCI dan Konflik Timteng Jadi Biang Kerok
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina
- Konser Andrea Bocelli di Borobudur Tetap Digelar, KIBBM Siapkan Tablig Akbar Penolakan
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Raih Empat Penghargaan Pada 2026, BRI Bukukan Laba Rp31,2 Triliun
-
Rencana Rusuh Demo di Balai Kota Malang Digagalkan, 12 Penyusup Bawa Molotov & Positif Narkoba
-
Kakek Pembuang Puntung Rokok Jadi Tersangka Kebakaran TPA Supit Urang
-
Emil Dardak Turun Tangan! Akankah Bus Transjatim Akhirnya Tembus Terminal Arjosari?
-
Bantai Landak Jawa Pakai Senapan Modifikasi, Dua Pemburu Liar Diciduk di Hutan Malang