- Dinkes Malang uji lab sampel makanan "Makan Bergizi Gratis" yang diduga basi.
- Uji lab untuk verifikasi penyebab basi: jamur, bakteri, atau lainnya.
- Dapur "Makan Bergizi Gratis" ajukan SLHS, ikuti pelatihan & verifikasi Dinkes.
SuaraMalang.id - Uji laboratorium terhadap sampel makanan pada menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sebelumnya diduga dalam kondisi tidak layak atau basi saat dibagikan kepada para pelajar di salah satu sekolah dipastikan sudah dilakukan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang, Jawa Timur.
Menurut Kepala Dinkes Kota Malang Husnul Muarif saat ini masih proses.
"Sudah kami uji laboratorium, sekarang masih kami melakukan proses," katanya.
Husnul menjelaskan proses pengujian sampel melalui laboratorium itu sebagai upaya memverifikasi penyebab utama menu MBG pada salah satu sekolah menjadi basi saat hendak dibagikan kepada para siswa.
"Apakah basi ini dikarenakan jamur, bakteri, atau penyebab lainnya," ucap Husnul.
Selain itu terkait penerbitan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), Husnul menyatakan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG yang beroperasi di Kota Malang telah mengajukan permohonan untuk mendapatkan rekomendasi mengurus dokumen tersebut.
"Yang sudah dilakukan untuk pelatihan penjamah makanan dari 11 SPPG, terus ada lagi tiga SPPG," ujar dia.
Husnul menyebut pelatihan penjamah makanan merupakan salah satu aspek yang dipersyaratkan kepada SPPG untuk memperoleh rekomendasi mengurus SLHS.
Selain pelatihan penjamah makanan, lanjut dia, SPPG juga perlu mengikuti serangkaian verifikasi lainnya, yakni telah disasar pelaksanaan inspeksi kesehatan lingkungan dan pemeriksaan kualitas air oleh Dinkes Kota Malang.
Baca Juga: Viral Dosen UIN Malang Maliki Diusir Warga, Ini 5 Fakta Versi Sang Dosen!
Lebih lanjut pemeriksaan kualitas air meliputi pengecekan terhadap mikrobiologi dan unsur kimia untuk memastikan kondisi SPPG benar-benar sesuai ketentuan dari pemerintah pusat.
"Limbah itu masuk ke dalam pemeriksaan di IKL atau Inspeksi Kesehatan Lingkungan," kata dia.
Tak hanya itu pengecekan turut mencakup hasil pemeriksaan terhadap alat masak dan komponen lainnya yang ada di dalam SPPG.
"Kalau memenuhi syarat, baru kami berikan rekomendasikan untuk mengurus SLHS," ujar Husnul. [ANTARA]
Berita Terkait
Terpopuler
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
- 6 Shio Paling Beruntung pada 23 Juli 2026, Keberuntungan Memihak
- 5 Warna Lipstik Wardah untuk Bibir Hitam dan Kulit Sawo Matang
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Cek Toko On Flagship Store di Blibli Tersedia Banyak Model Terbaru
-
Hari Anak Nasional 2026, BRI Peduli Perkuat Karakter dan Wawasan Siswa SD
-
Liburan Wisatawan Makassar Berakhir Tragis di Tol Pandaan-Malang: 3 Nyawa Melayang
-
Selamat Jalan Sang Pionir: M Basri Arsitek di Balik Mahkota Pertama Singo Edan Berpulang
-
Buntut Ucapan Lu Punya Otak Gak?, Hotman Paris Resmi Dipolisikan PWI Malang Raya