SuaraMalang.id - Pria bernama Mustakim (44), warga Sidorejo, Kecamatan Kauman, meninggal dunia setelah terjatuh saat bekerja di proyek pembangunan sebuah restoran di Kelurahan Kutoanyar pada Selasa (14/1/2025). Mustakim, yang baru kehilangan istrinya 40 hari lalu, dikabarkan sering melamun selama bekerja.
Kasihumas Polres Tulungagung, Ipda Nanang Murdianto, mengonfirmasi kejadian tersebut. Menurutnya, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 11.00 WIB saat Mustakim bekerja di lantai dua proyek bangunan.
“Saat sedang menerima batu koral yang diangkat dengan katrol, korban tiba-tiba terjatuh dari ketinggian 3,5 meter dengan posisi kepala membentur lantai,” ungkap Ipda Nanang pada Rabu (15/1/2025).
Mustakim tiba di lokasi proyek sekitar pukul 07.00 WIB untuk menjalankan tugasnya sebagai kuli bangunan. Namun, pada pukul 11.00 WIB, ketika dia sedang bekerja di lantai dua, dia kehilangan keseimbangan dan terjatuh. Luka parah di bagian kepala menyebabkan pendarahan hebat.
Rekan kerja Mustakim segera mencoba memberikan pertolongan pertama dan memanggil ambulans. Karena ambulans dari RS Prima Medika tidak tersedia, bantuan kemudian dialihkan ke RS Dr. Iskak.
Namun, dalam perjalanan ke rumah sakit, Mustakim meninggal dunia akibat luka serius di bagian kepala.
Berdasarkan keterangan saksi di lokasi, Mustakim diketahui sering melamun selama istirahat. Hal ini juga dikuatkan oleh penuturan keluarganya yang menyebut bahwa Mustakim masih berduka setelah kehilangan istrinya.
“Dari keterangan keluarga, korban baru saja ditinggal istrinya sekitar 40 hari lalu, dan ini mungkin memengaruhi kondisi mentalnya,” tambah Ipda Nanang.
Polisi telah melakukan pemeriksaan di lokasi kejadian dengan melibatkan tim inafis Polres Tulungagung dan TEMS RS Dr. Iskak.
Baca Juga: Hilang Sepulang Ngaji, Remaja Putri Ditemukan Tewas di Sawah Dekat Rumah
Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa kematian Mustakim murni akibat kecelakaan kerja, tanpa adanya unsur kekerasan.
Kontributor : Elizabeth Yati
Berita Terkait
-
Hilang Sepulang Ngaji, Remaja Putri Ditemukan Tewas di Sawah Dekat Rumah
-
Pemabuk Tewas Dikeroyok karena Cabut Bendera Merah Putih
-
Polisi Buru Toyota Avanza yang Tabrak Pelajar Hingga Tewas di Tulungagung
-
Lawasan: Sensasi Nongkrong di Angkringan Joglo, Cocok untuk Semua Kalangan
-
Karyawati Bank Tipu Nasabah Ratusan Juta dengan Modus Lelang Emas Fiktif
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
Terkini
-
Drama Evakuasi Pendaki Ilegal Gunung Semeru yang Berakhir di Tangan Hukum
-
Singo Edan Kian Garang: Hansamu Yama Resmi Menetap, Si Anak Hilang Kembali Pulang
-
Polemik Panas Yakuza Maneges vs PBNU Soal Segel Pesantren di Malang
-
Cuci Gudang di Kandang Singa! Samuel Balinsa dan Deretan Bintang Resmi Pamit dari Arema FC
-
Kucing-kucingan di Jalur Tikus: 13 Pendaki Ilegal Gunung Semeru Diciduk, 4 Lainnya Jadi Buruan