SuaraMalang.id - Razia gabungan yang dilakukan Polres Malang, Satpol PP Kabupaten Malang, dan Muspika Kecamatan Gondanglegi di kawasan Warkop Cetol, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang, berhasil mengamankan tujuh anak perempuan di bawah umur yang diduga menjadi korban eksploitasi ekonomi dan seksual.
Menurut Kanit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Malang, Aiptu Erlehana, anak-anak tersebut tidak hanya bekerja di Warkop Cetol, tetapi juga dipindahkan ke beberapa lapak warkop lain yang dikelola oleh pemilik yang sama.
"Sebagian dari mereka bekerja di Warkop Cetol Pasar Gondanglegi pada siang hari, sedangkan malam harinya dipindahkan ke lapak-lapak di pinggir jalan Gondanglegi," ujar Erlehana.
Anak-anak yang diamankan berusia antara 14 hingga 16 tahun dan berasal dari berbagai wilayah di Kota Malang dan Kabupaten Malang, seperti Kecamatan Sukun, Dampit, Pagak, Wajak, Wonosari, dan Wagir. Mirisnya, tidak satu pun dari mereka yang sedang bersekolah.
"Ada yang hanya tamat SD, bahkan ada yang tidak menyelesaikan SMP. Ini sangat menyedihkan," kata Erlehana.
Anak-anak ini menerima gaji bulanan sebesar Rp650.000, yang sangat rendah. Selain itu, mereka juga mendapatkan tambahan fee sekitar Rp50.000 jika menemani pelanggan minum kopi.
"Fee tersebut diberikan tergantung interaksi mereka dengan pelanggan. Ini adalah bentuk eksploitasi ekonomi yang melanggar hukum," jelas Erlehana.
Selain tujuh anak perempuan di bawah umur, razia juga mengamankan:
- 22 pelayan dewasa,
- 3 pemilik warung, dan
- 19 pengunjung laki-laki.
Hasil tes urine terhadap 19 pengunjung menunjukkan semuanya negatif narkoba.
Baca Juga: Miris! 7 Anak di Bawah Umur Dipekerjakan di Warung 'Kopi Pangku' Malang
Polres Malang saat ini menyelidiki kasus ini sebagai dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), dengan penerapan Undang-undang Perlindungan Anak.
Kasus ini mencakup pelanggaran terkait eksploitasi ekonomi dan seksual terhadap anak.
"Kami menggunakan Undang-undang Perlindungan Anak yang mengatur tentang eksploitasi ekonomi dan seksual. Kasus ini akan kami tangani secara serius," tegas Erlehana.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk lebih peduli terhadap kondisi anak-anak di lingkungan sekitar dan segera melapor jika menemukan indikasi eksploitasi serupa.
"Kami meminta masyarakat bekerja sama untuk melaporkan jika ada aktivitas mencurigakan, terutama yang melibatkan anak-anak," tambahnya.
Kontributor : Elizabeth Yati
Berita Terkait
-
Miris! 7 Anak di Bawah Umur Dipekerjakan di Warung 'Kopi Pangku' Malang
-
Fakta Mengejutkan Penggerebekan Warkop Cetol di Pasar Gondanglegi: Banyak yang di Bawah Umur
-
Angin Kencang Terjang Gondanglegi, Pohon Tumbang Timpa Mobil
-
Pura-Pura Beli, Pemuda Ini Gasak Rokok di Gondanglegi, Tertangkap Beserta Alat Hisap Sabu
-
Viral! Aksi Pencurian Terekam CCTV di Toko Kelontong Gondanglegi, Pelaku Berjaket Parasit Diburu
Terpopuler
- Maarten Paes Mulai Kehilangan Tempat di Ajax, Petinggi PSSI Pasang Badan
- 4 HP Xiaomi RAM 8 GB Snapdragon Paling Murah untuk Berbagai Kebutuhan
- Jalan Kolmas Ditutup Total 67 Hari, Polres Cimahi Siapkan Dua Jalur Alternatif
- 3 Rekomendasi HP vivo RAM 8 GB Snapdragon Paling Murah untuk Dipilih
- KBRI Kuala Lumpur Digeruduk, Warga Malaysia Desak Prabowo Buka Nama Perusahaan Terlibat Karhutla
Pilihan
-
Kedutaan Besar Negara Asing Keluarkan Peringatan untuk Warganya Pasca Erupsi Anak Krakatau
-
Kabut Asap Makin Pekat, Doa Apa yang Bisa Dibaca Muslim? Ini Bacaan Perlindungannya
-
Jakarta Terdampak Abu Vulkanik Anak Krakatau, Pemprov DKI Terapkan PJJ Mulai Besok
-
Badan Geologi Ungkap Kondisi Anak Krakatau Terkini: Tak Ada Potensi Runtuh Picu Tsunami
-
Terungkap! Sebelum Audiensi dengan Pimpinan DPR, Botok Ditelpon Prabowo
Terkini
-
BRI Dorong Generasi Muda Kelola Penghasilan untuk Bangun Aset Masa Depan
-
Beri Apresiasi untuk Nasabah, BRI Hadirkan Promo Spesial di Hari Pelanggan Nasional 2026
-
Tergiur Cuan Instan di Telegram, Bendahara RW di Malang Serahkan Rp126 Juta Kas Warga ke Penipu
-
Warga Malang Hadapi Harga BBM Baru: Pertalite Jadi Primadona, Antrean Mengular hingga Stok Ludes
-
BRI Cetak Laba Rp31,2 Triliun, Pertumbuhan Bisnis dan Fundamental Makin Solid