SuaraMalang.id - Kritik tajam dari tiga anggota DPRD Kabupaten Malang terkait proyek pembangunan jembatan senilai Rp 1,8 miliar di Dusun Lebaksari, Desa Lebakharjo, Kecamatan Ampelgading, langsung mendapat respons cepat dari Kepala Dinas PU Bina Marga, Khairul Isnadi Kusuma. Proyek yang sebelumnya dinilai lambat kini dipastikan selesai sebelum akhir tahun.
Ketiga anggota DPRD yang menyuarakan kritik tersebut adalah Rahmat Kartala (Gerindra), Agung Dwi Susanto (Nasdem), dan Abdul Qodir (PDI Perjuangan).
Menurut Abdul Qodir, kritik ini bukan hanya demi pembangunan infrastruktur, tetapi juga demi keselamatan anak-anak sekolah yang harus mempertaruhkan nyawa setiap hari melintasi jembatan darurat dari bambu di atas Sungai Glidik.
Khawatir Anak Sekolah Beradu Nyawa Sejak pembangunan jembatan dimulai, warga sekitar, termasuk anak-anak sekolah, terpaksa menggunakan jembatan darurat dari anyaman bambu.
Jembatan ini sangat rawan, terutama saat musim hujan ketika Sungai Glidik yang menjadi jalur lahar Gunung Semeru meluap dengan arus deras.
"Anak-anak sekolah berangkat seperti beradu nyawa setiap hari. Kalau ini tidak selesai, saya juga merasa berdosa," ujar Abdul Qodir, Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan, Jumat (6/12/2024).
Kadis Bina Marga Pastikan Rampung Tepat Waktu Merespons kritik tersebut, Khairul Isnadi Kusuma langsung mengambil langkah cepat.
Kadis yang pernah menerima Prapanca Award pada April 2024 sebagai birokrasi inspiratif ini memastikan bahwa proyek jembatan akan selesai pada 30 Desember 2024. Saat ini, progres pengerjaan telah mencapai 92 persen, tinggal pengecatan besi pengaman jembatan.
"Proyek ini sudah hampir selesai, tinggal sedikit lagi. Saya jamin, jembatan ini rampung tepat waktu karena ini untuk kepentingan rakyat," tegas Khairul.
Baca Juga: 116 Rumah Terendam Banjir di Malang, Warga Sempat Mengungsi Seminggu
Ia juga mengapresiasi kritik konstruktif dari para anggota DPRD yang disebutnya sebagai sahabat dan mitra kerja.
Perjuangan untuk Kepentingan Warga Abdul Qodir mengapresiasi respons cepat Khairul dan menyebutnya sebagai bukti sinergi antara legislatif dan eksekutif dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat.
"Salut untuk Pak Kadis Bina Marga. Keluhan warga bisa cepat tertangani, ini membuktikan pemerintah hadir untuk rakyat," ungkapnya.
Proyek jembatan jenis balok T ini diharapkan menjadi solusi permanen bagi warga di Dusun Lebaksari, terutama bagi anak-anak sekolah yang selama ini harus bertaruh nyawa melintasi jembatan darurat.
Kontributor : Elizabeth Yati
Berita Terkait
-
116 Rumah Terendam Banjir di Malang, Warga Sempat Mengungsi Seminggu
-
Modus Licik Operator SPBU Malang: Gondol 13 Ribu Liter Pertalite Pakai Jip Hardtop di Malam Hari
-
Operator SPBU Malang Tilep 13 Ribu Liter Pertalite, Jual ke Jip Bromo
-
12 Jembatan Rusak di Malang Selatan, DPRD Didesak Setujui Anggaran Rp20 Miliar
-
Wisata Malang Makin Mudah! Skytrain Bakal Hubungkan Batu-Malang-Kepanjen
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Raih Empat Penghargaan Pada 2026, BRI Bukukan Laba Rp31,2 Triliun
-
Rencana Rusuh Demo di Balai Kota Malang Digagalkan, 12 Penyusup Bawa Molotov & Positif Narkoba
-
Kakek Pembuang Puntung Rokok Jadi Tersangka Kebakaran TPA Supit Urang
-
Emil Dardak Turun Tangan! Akankah Bus Transjatim Akhirnya Tembus Terminal Arjosari?
-
Bantai Landak Jawa Pakai Senapan Modifikasi, Dua Pemburu Liar Diciduk di Hutan Malang