SuaraMalang.id - Hasil tes DNA terkait kasus dugaan pemerkosaan santriwati oleh seorang kiai di Kecamatan Kampak, Kabupaten Trenggalek, menguatkan bukti keterlibatan tersangka IS alias S (52) sebagai ayah biologis dari bayi yang dilahirkan korban.
Hasil ini diperoleh oleh Satreskrim Polres Trenggalek dari Laboratorium Forensik Polda Jawa Timur pada 11 November 2024.
Kasatreskrim Polres Trenggalek, AKP Zainul Abidin, menyampaikan bahwa hasil tes DNA menunjukkan bahwa tersangka dan bayi dari korban memiliki kesamaan DNA, yang berarti IS adalah ayah biologis bayi tersebut.
"Tes DNA menunjukkan tersangka dan anak korban identik. Artinya, tersangka merupakan bapak biologis dari anak korban," jelas Abidin pada Rabu (13/11/2024).
Pengambilan sampel DNA dari tersangka, korban, dan bayi dilakukan pada 26 Oktober 2024 di Mapolres Trenggalek sebagai bagian dari penyidikan.
Hasil ini memperkuat bukti-bukti yang telah dikumpulkan oleh Satreskrim, meskipun tersangka hingga kini tetap menyangkal tuduhan tersebut.
Saat ini, Satreskrim Polres Trenggalek tengah melengkapi berkas perkara dan telah mengajukan berkas lengkapnya kepada Kejari Trenggalek.
"Kami juga akan melampirkan hasil tes DNA dari Labfor Polda Jatim kepada Kejari Trenggalek," tambah Abidin.
Dengan bukti hasil tes DNA ini, diharapkan proses hukum terhadap tersangka dapat berjalan lancar, memberikan keadilan bagi korban dan keluarga dalam kasus yang telah menimbulkan keprihatinan di masyarakat.
Baca Juga: Polisi Buru Penyebab Keracunan Massal di Acara Maulid Trenggalek, Sampel Makanan Diuji Lab
Kontributor : Elizabeth Yati
Berita Terkait
-
Polisi Buru Penyebab Keracunan Massal di Acara Maulid Trenggalek, Sampel Makanan Diuji Lab
-
Krisis Air Bersih Melanda Trenggalek, 34 Ribu Warga Kesulitan!
-
Rp15 Ribuan, Nikmati Gurihnya Ayam Lodho, Sudah Ada Sejak Kerajaan Mataram
-
Malang Gempa Magnitudo 4.5, Getaran Dirasakan Hingga Trenggalek
-
Misteri Teror Kotoran Kambing di Trenggalek, Polisi Turun Tangan
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina
- Konser Andrea Bocelli di Borobudur Tetap Digelar, KIBBM Siapkan Tablig Akbar Penolakan
Pilihan
-
Gempa M 5,5 Guncang Laut Barat Laut Tanimbar, Getaran Terasa hingga Saumlaki
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
Terkini
-
Raih Empat Penghargaan Pada 2026, BRI Bukukan Laba Rp31,2 Triliun
-
Rencana Rusuh Demo di Balai Kota Malang Digagalkan, 12 Penyusup Bawa Molotov & Positif Narkoba
-
Kakek Pembuang Puntung Rokok Jadi Tersangka Kebakaran TPA Supit Urang
-
Emil Dardak Turun Tangan! Akankah Bus Transjatim Akhirnya Tembus Terminal Arjosari?
-
Bantai Landak Jawa Pakai Senapan Modifikasi, Dua Pemburu Liar Diciduk di Hutan Malang