Scroll untuk membaca artikel
Bernadette Sariyem
Jum'at, 11 Oktober 2024 | 19:06 WIB
Ilustrasi Hitam dan Putih (Pexels.com/Alex Conchillos)

Dari hasil penyelidikan awal, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Polisi menduga kasus ini murni merupakan tindakan bunuh diri.

Berdasarkan keterangan dari keluarga dan teman dekat korban, DA diduga nekat mengakhiri hidupnya karena merasa sakit hati terhadap orang tuanya.

“Diduga korban sakit hati karena merasa kurang mendapatkan kasih sayang dari orang tuanya. Selain itu, korban merasa bahwa perhatian orang tua lebih banyak diberikan kepada saudara-saudaranya, dan dirinya diperlakukan berbeda,” ujar Ainun.

Belakangan diketahui, korban juga merasa bahwa orang tuanya lebih sibuk dengan pekerjaan dan aktivitas pribadi, sehingga tidak memberikan perhatian yang cukup kepadanya.

Baca Juga: Puntung Rokok Diduga Hanguskan 6,5 Hektare Hutan Jati di Gunung Geger

“Korban merasa kasih sayang orang tua dibeda-bedakan, sehingga hal ini membuatnya merasa tidak diperhatikan,” tambah Kapolsek.

Atas peristiwa tersebut, pihak keluarga telah menolak untuk dilakukan visum et repertum (VeR) pada jenazah korban.

Keluarga menyatakan bahwa mereka menerima kejadian ini sebagai musibah dan tidak ingin proses pemeriksaan lebih lanjut.

“Pihak keluarga menolak dilakukan visum pada jenazah korban. Mereka telah membuat surat pernyataan yang menyatakan bahwa mereka menolak pemeriksaan VeR di rumah sakit,” jelas Kompol Ainun.

Saat ini, jenazah korban telah diserahkan kembali kepada keluarga untuk segera dimakamkan. Meski begitu, pihak kepolisian akan tetap melakukan pendalaman lebih lanjut terkait dengan kejadian ini guna memastikan tidak ada hal lain yang mencurigakan.

Baca Juga: Izinkan Anak di Bawah Umur Mengendarai Motor, Ibu dan Anak Alami Kecelakaan di Malang

Kasus ini menjadi peringatan bagi masyarakat, terutama orang tua, untuk lebih peka terhadap kondisi psikologis dan perasaan anak-anak mereka.

Load More