Atas peristiwa tersebut, pihak keluarga telah menolak untuk dilakukan visum et repertum (VeR) pada jenazah korban.
Keluarga menyatakan bahwa mereka menerima kejadian ini sebagai musibah dan tidak ingin proses pemeriksaan lebih lanjut.
“Pihak keluarga menolak dilakukan visum pada jenazah korban. Mereka telah membuat surat pernyataan yang menyatakan bahwa mereka menolak pemeriksaan VeR di rumah sakit,” jelas Kompol Ainun.
Saat ini, jenazah korban telah diserahkan kembali kepada keluarga untuk segera dimakamkan. Meski begitu, pihak kepolisian akan tetap melakukan pendalaman lebih lanjut terkait dengan kejadian ini guna memastikan tidak ada hal lain yang mencurigakan.
Kasus ini menjadi peringatan bagi masyarakat, terutama orang tua, untuk lebih peka terhadap kondisi psikologis dan perasaan anak-anak mereka.
Kapolsek Bululawang mengimbau agar orang tua lebih memperhatikan komunikasi dan memberikan kasih sayang yang merata kepada seluruh anggota keluarga.
“Kami sangat prihatin dengan kejadian ini. Kami berharap agar orang tua bisa lebih mendengarkan anak-anak mereka dan memberikan perhatian yang cukup. Jangan sampai mereka merasa terabaikan dan akhirnya memilih keputusan yang tragis seperti ini,” tegas Kompol Ainun.
Kasus bunuh diri di kalangan remaja seringkali dipicu oleh tekanan emosional dan perasaan terabaikan. Oleh karena itu, diperlukan perhatian ekstra dari keluarga, sekolah, dan lingkungan sekitar untuk mendeteksi tanda-tanda gangguan emosional yang mungkin dialami oleh anak-anak dan remaja.
Dengan adanya kejadian ini, diharapkan seluruh elemen masyarakat dapat lebih peduli terhadap kondisi mental generasi muda. Bimbingan dan dukungan emosional sangat penting bagi perkembangan mereka, terutama pada masa-masa remaja yang rawan terhadap stres dan perasaan tidak berharga.
Baca Juga: Puntung Rokok Diduga Hanguskan 6,5 Hektare Hutan Jati di Gunung Geger
Kontributor : Elizabeth Yati
Berita Terkait
-
Puntung Rokok Diduga Hanguskan 6,5 Hektare Hutan Jati di Gunung Geger
-
Izinkan Anak di Bawah Umur Mengendarai Motor, Ibu dan Anak Alami Kecelakaan di Malang
-
Tragis Beruntun: Dua Warga Malang Tewas Tertabrak Kereta Api dalam Sehari
-
Viral! Ibu di Malang Terpaksa 'Nyempil' Lewat Celah Tembok, Akses Rumah Ditutup Tetangga?
-
KPU Kabupaten Malang Buka Pendaftaran 28.294 KPPS, Ini Persyaratannya
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina
- Prestasi Kinclong Netty Rosdiana Siagian: Mundur dari Polri, Tak Sejalan dengan Hati Nurani
- 7 Sneakers Lokal dengan Rating Bintang 5 di Shopee yang Nyaman dan Modis
Pilihan
-
Gempa M 5,5 Guncang Laut Barat Laut Tanimbar, Getaran Terasa hingga Saumlaki
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
Terkini
-
Malang Selatan Dikepung Banjir dan Longsor: Jalur Utama Malang-Lumajang Lumpuh Total
-
Raih Empat Penghargaan Pada 2026, BRI Bukukan Laba Rp31,2 Triliun
-
Rencana Rusuh Demo di Balai Kota Malang Digagalkan, 12 Penyusup Bawa Molotov & Positif Narkoba
-
Kakek Pembuang Puntung Rokok Jadi Tersangka Kebakaran TPA Supit Urang
-
Emil Dardak Turun Tangan! Akankah Bus Transjatim Akhirnya Tembus Terminal Arjosari?