SuaraMalang.id - Penelitian terbaru oleh Lembaga Kajian Ekologi dan Konservasi Lahan Basah (ECOTON) telah mengungkap peningkatan signifikan suhu air di Sungai Brantas, Jawa Timur, yang mencapai 34°C pada tahun 2024, sebuah rekor baru dalam dua dekade terakhir.
Koordinator Tim Peneliti Ecoton, Tasya Husna, mengatakan peningkatan suhu ini telah menyebabkan sejumlah jenis plankton dan ikan mengalami kepunahan, mengancam stabilitas ekosistem sungai.
Penyelidikan yang dilakukan sejak tahun 1994 menunjukkan adanya peningkatan bertahap suhu yang berdampak pada penurunan pH dan kadar oksigen dalam air.
"Kenaikan suhu air berakibat pada penurunan pH dan menurunnya kadar oksigen terlarut, yang mengakibatkan plankton-plankton sensitif mati," kata Tasya Husna, dikutip Selasa (11/6/2024).
Kondisi ini juga memicu fenomena blooming algae, yang menyebabkan turbiditas air meningkat dan mengganggu habitat ikan.
Lebih lanjut, tim ECOTON menemukan bahwa 79,42% plankton yang hidup di sungai tersebut merupakan jenis yang tahan terhadap polusi tinggi, sedangkan hanya 20,57% yang merupakan jenis plankton sensitif.
"Jika ini terus berlanjut, bahkan keberlangsungan hidup plankton yang toleran juga akan terancam jika pencemaran tidak segera diatasi," tambah Tasya.
Peningkatan aktivitas pembuangan limbah tanpa kontrol dari industri dan pemukiman diduga sebagai penyebab utama masalah ini. Limbah tersebut tidak hanya memperburuk kualitas air tetapi juga meningkatkan emisi gas rumah kaca seperti karbon dioksida, metana, dan dinitrogen oksida dari sungai ke atmosfer.
Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa beberapa parameter kualitas air di Sungai Brantas telah melebihi standar yang ditetapkan oleh PP No 22 Tahun 2021 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.
Baca Juga: Waspada! 133 Hektar Wilayah Kota Malang Masih Kumuh di 2024
Hal ini mengindikasikan tingkat pencemaran yang sangat serius yang memerlukan tindakan segera dari pemerintah dan masyarakat.
ECOTON mendesak pemerintah untuk mengambil langkah konkret dalam mengatasi masalah pencemaran ini dengan meningkatkan pengawasan terhadap pembuangan limbah dan menerapkan sanksi yang lebih keras bagi pelanggar.
Selain itu, disarankan pembangunan fasilitas IPAL komunal di area-area pemukiman untuk mengolah limbah secara efektif.
"Kami berharap dengan langkah-langkah ini, kita dapat mengurangi beban pencemaran air dan meminimalisir emisi gas rumah kaca, demi menjaga kualitas air Sungai Brantas dan melindungi kehidupan yang bergantung padanya," tutup Tasya.
Kontributor : Elizabeth Yati
Berita Terkait
-
Waspada! 133 Hektar Wilayah Kota Malang Masih Kumuh di 2024
-
Cinta Palsu Berujung Bui: Pria Ini Gasak Mobil Kencan Online di Malang
-
Tragis! Driver Ojol Tewas Terseret Kereta 100 Meter di Malang
-
Waspada! Minyak Goreng "Minyakita" Oplosan Beredar di Malang Raya, Begini Ciri-cirinya
-
Jalur Piket Nol Lumajang Lonsor, Ini Jalur Alternatifnya
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Gunung Semeru Membara: Nasib 170 Pendaki di Ranu Kumbolo Akhirnya Terjawab
-
Koperasi Awards 2026: BRI Raih Bakti Koperasi Pradana Nayaka, Dukung Ekonomi Kerakyatan
-
Semeru Membara: Jalur Pendakian Ditutup Total, Pendaki Dievakuasi!
-
BRI Gelar Semarak Merah Putih di Sofifi Maluku Utara, UMKM Lokal Ikut Tumbuh
-
Wajah Baru Stasiun Malang 2026: Tak Lagi Sekadar Transit, Bakal Jadi Surga UMKM