SuaraMalang.id - Ferdian Adi Mulyo Mahendro, pekerja asal Kota Malang, mengajukan gugatan hukum terhadap atasan dan dua pimpinan proyek lain setelah dituduh mengeluarkan cek palsu senilai ratusan juta rupiah.
Adi, yang menyelesaikan proyek pengaspalan jalan senilai Rp 789 juta di Kabupaten Kediri pada 2021, mengungkapkan bahwa tuduhan ini muncul setelah penyelesaian proyek.
Adi dilaporkan oleh PT Piranti Utama Makmur atas tuduhan penipuan atau penggelapan dana sekitar Rp 700 juta. Adi kini ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Jatim sejak Maret 2024, menyusul kasus yang bergulir sejak 2022.
“Saya hanya pelaksana tugas di lapangan dan semua keputusan finansial ditentukan oleh para direktur CV,” jelas Adi, dikutip Kamis (6/6/2024).
Menurut Dalu E Prasetiyo, kuasa hukum Adi, kliennya telah memenuhi semua kewajiban finansialnya dengan menyetorkan dana ke rekening CV Dharma Bakti dan rekening pribadi pimpinannya, Subilal.
“Adi telah mentransfer semua dana yang diperlukan dan bukti transfer masih ada. Oleh karena itu, seharusnya CV Dharma Bakti yang bertanggung jawab atas pembayaran kepada PT Piranti, bukan Adi,” tegas Dalu.
Dalam tanggapan, Subilal menyatakan bahwa dia tidak terlibat dalam masalah hukum ini dan bahwa masalah ini adalah antara Adi dan pimpinan PT Piranti, yang dia sebut sebagai Pak K.
Sementara itu, Kuncoro, Direktur PT Piranti Utama Makmur, menuntut pembayaran Rp 700 juta dari Adi dan mengancam akan mempertahankan tuntutannya sampai dana tersebut dibayarkan.
Pihak kuasa hukum Adi kini mengajukan permohonan penelusuran ke Bank Jatim untuk menelusuri aliran dana yang telah ditransfer oleh Adi.
Baca Juga: Langkah Politik Sutiaji Usai Tak Lagi Menjabat Wali Kota Malang: Kita Cek Ombak
Selain itu, mereka juga akan menggugat Subilal, pimpinan PT Piranti, dan pimpinan CV Unggul Pertiwi karena diduga memberikan keterangan palsu kepada penegak hukum.
“Kami berharap keadilan dapat tercapai dan nama baik Adi dapat dipulihkan,” ujar Dalu, menandaskan bahwa mereka akan terus berjuang di pengadilan untuk membersihkan nama Adi.
Kontributor : Elizabeth Yati
Berita Terkait
-
Langkah Politik Sutiaji Usai Tak Lagi Menjabat Wali Kota Malang: Kita Cek Ombak
-
Daftar Nama Calon Anggota DPRD Kota Malang Terpilih Periode 2024-2029
-
Batu Malam Hari? 5 Spot Ini Lebih Indah dari yang Kamu Bayangkan
-
Ratusan Atlet Taekwondo Duel di Malang, Berebut Tiket Menuju Porprov 2025
-
Sikap PJ Wali Kota Malang Wahyu Hidayat Bikin Partai Politik Gigit Jari
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Modus Program UMKM, 227 Warga Malang Terpikat Sandiwara ASN Gadungan
-
Ribuan Aset Daerah di Malang Dipatok Target Sertifikasi Demi Cegah Mafia Lahan
-
Maut di Sumberpucung Malang: Pengendara Motor Tewas Tertimpa Truk Tetes Tebu
-
Drama Evakuasi Pendaki Ilegal Gunung Semeru yang Berakhir di Tangan Hukum
-
Singo Edan Kian Garang: Hansamu Yama Resmi Menetap, Si Anak Hilang Kembali Pulang