Baehaqi Almutoif
Kamis, 06 Juni 2024 | 08:00 WIB
Mantan Wali Kota Malang Sutiaji. [Instagram/sam.sutiaji]

SuaraMalang.id - Baliho mantan Wali Kota Malang, Sutiaji bertebaran di beberapa sudut kota. Dia pun santer dikabarkan bakal turun di Pilgub Jatim.

Sutiaji mengaku belum menentukan langkah politiknya jelang Pilkada 2024. Sejatinya dia masih punya peluang maju kembali sebagai bakal calon Wali Kota Malang karena baru menjabat satu periode.

"Politik itu dinamis, sebelum tanggal 29 Agustus 2024 peta politik semuanya bisa berubah, termasuk keputusan Sutiaji. Monggo mengalir saja," ujarnya dilansir dari Ketik.co.id--jaringan Suara.com, Rabu (5/6/2024).

Dia membiarkan semua berjalan begitu saja. Sutiaji juga menyebut tidak pernah memasang baliho.

"Saya tidak pernah ramai-ramai, apalagi memasang banner, termasuk di Kota Malang juga tidak ada banner saya," kata Sutiaji,

Kendati demikian, Sutiaji mengungkapkan sejak dua tahun lalu ada tim relawan yang mendatanginya untuk berbicara mengenai langkah politiknya di masa mendatang. Beberapa bahkan ada yang datang dari beberapa daerah, seperti Madura, Jember, Sidoarjo, Bojonegoro, Lamongan, Ngawi dan Ponorogo.

Politikus Partai Demokrat itu berpegangan selama bisa memberikan manfaat, akan terus jalan.

"Prinsip saya hiduplah seperti pisang. Tidak akan mati sebelum berbuah walaupun dipotong beberapa kali. Kalau sudah berbuah, tidak usah dipotong juga akan mati sendiri. Selagi kami bisa memberi nilai manfaat dan getaran lebih besar ya kenapa tidak. Kita cek ombak," katanya.

Terkait isu yang mencuat mengenai kabar dirinya maju dalam Pilgub Jatim, Sutiaji melihat progres dari pergerakan tim relawan hingga bulan Juni ini.

Baca Juga: Kris Dayanti Serius Maju Pilwali Kota Batu, Ngaku Sudah Siapkan Program

"Jadi kalau ditanya maju di  Kota Malang Malang atau provinsi, jawaban saya ya kita lihat saja sebelum tanggal 29 Agustus itu. Semua dinamis. Itu artinya, sebelum tanggal 29 Agustus pukul 00.00 WIB, semua bisa berubah. Semua kemungkinan bisa terjadi," katanya.

Semua kemungkinan masih bisa terjadi, termasuk partai politik yang menjadi kendaraannya maju di Pilkada.

"Itu tidak ada yang tahu, kan (kendaraan) bisa berpindah. Rambu-rambunya sudah saya kasih, hari ini harus lebih baik dari yang kemarin," tutupnya.

Load More