SuaraMalang.id - Manajemen Arema FC mengisyaratkan untuk kembali ber-home base di Jawa Timur pada musim depan.
Meski tim berlogo singa mengepal itu ingin berkandang di Malang, mereka tidak menutup kemungkinan untuk bermain di stadion lain di Jawa Timur.
Salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah Stadion Soepriadi di Kota Blitar, Jawa Timur, yang jaraknya tidak terlalu jauh dari Malang.
Sepanjang gelaran BRI Liga 1 2023-2024, Arema FC harus bermain sebagai tim musafir dengan berkandang di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali.
Bermain sebagai tim musafir membuat Dendi Santoso dan rekan-rekan tidak mendapatkan dukungan maksimal dari suporter setia mereka, Aremania dan Aremanita.
Melihat situasi ini, manajemen tim membuka opsi untuk kembali ber-home base di Malang atau daerah lain di Jawa Timur.
Hingga saat ini, opsi kembali ber-home base di Malang masih menjadi tanda tanya karena Stadion Kanjuruhan Kepanjen Kabupaten Malang masih dalam tahap renovasi pasca Tragedi Kanjuruhan pada 1 Oktober 2022.
Renovasi yang dilakukan oleh pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) diprediksi baru akan rampung pada Desember 2024. Sementara itu, rumor menyebutkan bahwa kompetisi Liga 1 musim depan akan dimulai pada Agustus 2024.
Selain itu, Stadion Gajayana Kota Malang dinilai masih belum memenuhi standar untuk menggelar laga Liga 1 dan membutuhkan waktu yang cukup lama untuk direnovasi.
Manager Operasional Arema FC, Sudarmaji, menyatakan bahwa pihaknya sangat ingin Arema FC bisa kembali berkandang di Malang.
Namun, jika keinginan tersebut tidak memungkinkan, mereka mempertimbangkan opsi untuk ber-home base di daerah lain, termasuk Kota Blitar.
"Tetap keinginan Arema FC bisa tampil di tanah kelahirannya. Karena itu butuh support stakeholder sepak bola Malang. Namun jika belum dapat mempergunakan 2 stadion itu akan menggunakan stadion yang lolos verifikasi LIB," ungkap Sudarmaji, dikutip hari KAmis (16/5/2024).
"Namun prinsipnya bisa bertanding di Jatim untuk mendekatkan diri dengan Aremania. Tentunya stadion di Jatim, Blitar jadi opsi juga," tambahnya.
Sudarmaji juga menyoroti bahwa buruknya performa Arema FC musim lalu tidak terlepas dari status mereka yang harus bermain sebagai tim musafir, yang mengakibatkan kurangnya dukungan penuh dari suporter saat bermain kandang.
Dengan mempertimbangkan opsi stadion yang lebih dekat dengan basis suporter, manajemen Arema FC berharap bisa mengembalikan dukungan maksimal Aremania dan Aremanita untuk menghadapi musim depan dengan lebih baik.
Berita Terkait
-
Debut Langsung Selamatkan Arema FC dari Degradasi, Begini Perasaan Julian Guevara
-
Pelatih Arema FC Masih Teka-teki
-
Widodo Cahyono Putro Samai Rekor Milan Petrovic dalam 10 Laga Awal Bersama Arema di Liga 1
-
Aremania Sarankan Arema Hanya Pertahankan Dua Pemain Asing untuk Musim Depan
-
Dedik Setiawan Pimpin Daftar Pemain Arema dengan Menit Bermain Tertinggi di Liga 1 2023-2024
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
Terkini
-
Kasus Terkubur Bersama Jasad: Akhir Dramatis Perjalanan Hukum Yai Mim di Balik Jeruji
-
Modal 3 Jutaan Bisa Punya Laptop Gahar? Ini 5 Rekomendasi Laptop Terbaik untuk Pelajar
-
Wasiat Terakhir Yai Mim: Kepulangan Sunyi ke Pelukan Tanah Kelahiran
-
Teka-teki Napas Terakhir Yai Mim: Sehat Walafiat Sebelum Maut Menjemput di Polresta Malang
-
Skandal Nikah Siri Sesama Jenis di Malang: Versi Berbeda Intan dan Rey Soal 'Suami'