SuaraMalang.id - Pasangan mahasiswa, Lovina Artha Mevia (23) dan Mustofa Kemal Pasha (23), dijatuhi vonis lima tahun penjara dan denda Rp 1 miliar oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Kepanjen, atas keterlibatan mereka dalam kasus aborsi janin berusia lima bulan yang terjadi pada September 2023.
Putusan ini dibacakan dalam sidang yang diselenggarakan pada Senin (15/1/2024), di mana vonis pidana yang dijatuhkan lebih rendah dari tuntutan jaksa, yakni lima tahun penjara.
Namun, denda yang ditetapkan jauh lebih tinggi dari tuntutan jaksa yang hanya Rp 10 juta.
“Masing-masing dihukum lima tahun penjara,” ucap Jaksa Penuntut Umum, Rendy Aditya Putra, dikutip Rabu (17/1/2024).
Sementara itu, pihak jaksa masih mempertimbangkan apakah akan menerima keputusan atau mengajukan banding.
Kedua terdakwa, yang merupakan warga Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto, dan Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, menerima putusan hakim.
Lovina dan Mustofa melakukan aborsi di sebuah rumah kost di Desa Landungsari, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, menggunakan obat yang dibeli dari seorang teman.
Mustofa kemudian menguburkan janin di kost temannya yang berada di Desa Mulyoagung, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang.
Selama persidangan yang berlangsung hampir tiga bulan, kedua terdakwa mengakui perbuatannya, yang dianggap sebagai faktor meringankan. Namun, perbuatan mereka dianggap meresahkan masyarakat dan dilakukan dengan cara yang sangat keji, menurut Rendy.
Baca Juga: Pamflet 'Acthung Reformasi Dihianati' dengan Gambar Prabowo Subianto Beredar di Malang
Kontributor : Elizabeth Yati
Berita Terkait
-
Pamflet 'Acthung Reformasi Dihianati' dengan Gambar Prabowo Subianto Beredar di Malang
-
Tahu dari Media Sosial, Polres Malang Bongkar Arena Judi Sabung Ayam
-
Sekte Pemuja Setan di Malang, Siska: Saya Hadiri Seminar Ada Dua Patung Baphomet
-
Siska Terjebak Sekte Pemuja Setan di Kota Malang, Awal Masuk Lewat Lembaga Bimbel
-
Dikeroyok 9 Kakak Tingkat hingga Tulang Geser, Mahasiswa Brawijaya Malah Jadi Tersangka
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina
- Prestasi Kinclong Netty Rosdiana Siagian: Mundur dari Polri, Tak Sejalan dengan Hati Nurani
- 7 Sneakers Lokal dengan Rating Bintang 5 di Shopee yang Nyaman dan Modis
Pilihan
-
Gempa M 5,5 Guncang Laut Barat Laut Tanimbar, Getaran Terasa hingga Saumlaki
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
Terkini
-
Malang Selatan Dikepung Banjir dan Longsor: Jalur Utama Malang-Lumajang Lumpuh Total
-
Raih Empat Penghargaan Pada 2026, BRI Bukukan Laba Rp31,2 Triliun
-
Rencana Rusuh Demo di Balai Kota Malang Digagalkan, 12 Penyusup Bawa Molotov & Positif Narkoba
-
Kakek Pembuang Puntung Rokok Jadi Tersangka Kebakaran TPA Supit Urang
-
Emil Dardak Turun Tangan! Akankah Bus Transjatim Akhirnya Tembus Terminal Arjosari?