Scroll untuk membaca artikel
Chandra Iswinarno
Kamis, 04 Mei 2023 | 16:37 WIB
Suasana Mal Gadget Malang Plaza setelah kebakaran melanda pusat perbelanjaan tersebut pada Selasa (2/5/2023) malam lalu. (Foto: Rizky Kurniawan Pratama/TIMES Indonesia)

SuaraMalang.id - Pihak Pemerintah Kota (Pemkot) Malang memperbarui data kerugian akibat kebakaran yang terjadi di Mal Gadget Malang Plaza pada Selasa (2/5/2023) malam.

Dari pantauan yang dilakukan TIMES Indonesia-jaringan Suara.com di posko BPBD Kota Malang, sejumlah orang yang mengaku sebagai penyewa stan toko masih terus berdatangan untuk pendataan.

Posko tersebut berdiri di depan Gedung Mal Gadget Malang Plaza.

"Update di jam 11.00 WIB jumlahnya sudah 166 orang," ujar Wali Kota Malang Sutiaji pada Kamis (4/5/2023).

Baca Juga: Sisir Malang Plaza, Tim Labfor Polda Jatim Bawa Dua Kantong Berisi Kabel dan Arang Abu

Meski begitu, ia mengemukakan, jika data dari manajemen Mal Gadget Malang Plaza yang diterimanya terungkap jika di pusat perbelanjaan tersebut ada 176 stan.

Jika disinkronisasi antara data antara pihak Manajemen Mal Gadget Malang Plaza dengan BPBD Kota Malang, maka ada 10 stan tersisa yang belum melakukan pendataan di posko aduan yang didirikan oleh Pemkot Malang.

"Kalau data dari manajemen berjumlah 176. Ini berdasarkan laporan dan manajemen serta penyewa," ungkapnya.

Sementara total aduan yang sudah diterima posko aduan BPBD Kota Malang, total kerugian yang tercatat mencapai Rp 115 miliar.

"Jadi akumulasi kerugian Rp 115 miliar," katanya.

Baca Juga: Kerugian Akibat Kebakaran di Malang Plaza Ditaksir Rp 56 Miliar, BPBD: Belum Termasuk Bioskop dan Departemen Store

Total tersebut setelah ditambah estimasi kerugian sementara yang didata pada Rabu (3/5/2023) lalu yang dilaporkan mencapai Rp 56 miliar. Sehingga, jika diakumulasi dengan data saat ini, kerugian sudah bertambah sebesar Rp 59 miliar.

Load More