Scroll untuk membaca artikel
Muhammad Taufiq
Jum'at, 06 Januari 2023 | 12:48 WIB
Keluarga Korban Tragedi Kanjuruhan bersama suporter Arema FC saat menggelar aksi unjuk rasa di depan Mabes Polri, Jakarta Selatan, Sabtu (19/11/2022). [Suara.com/Alfian Winanto]

SuaraMalang.id - Penolakan Bonek Sidoarjo terkait lokasi sidang kasus Tragedi Kanjuruhan di Surabaya dianggap berlebihan. Hal itu diungkapkan Tim Gabungan Aremania (TGA).

"Saya kira berlebihan teman-teman suporter lain, Bonek Sidoarjo yang menolak keberadaan sidang, karena penentuan sidang wewenang dari pengadilan," kata perwakilan TGA yang juga Ketua Federasi KontraS, Andi Irfan, Jumat (6/1/2023).

Selain itu, lanjut dia, penolakan lokasi sidang oleh Bonek Sidoarjo tidak relevan. "Karena ini kan bukan agenda menonton sepakbola, tetapi agenda proses hukum," ujarnya.

Andi meminta Bonek Sidoarjo dan suporter lain untuk bisa menahan diri.

Baca Juga: Mengenang 100 Hari Tragedi Kanjuruhan, Arema FC Akan Gelar Doa dan Tahlil Bersama Hingga Khotmil Quran

"Jadi saya pikir teman suporter bisa menahan diri untuk tidak terlibat lebih jauh di dalam proses hukum itu sendiri," jelasnya.

Terkait alasan potensi kericuhan, Andi menilai hal tersebut tergantung dari pihak kepolisian.

"Itu tergantung ketegasan polisi, kalau polisi bisa memberikan jaminan keamanan, kita tidak masalah dimana saja," sambungnya.

Andi menambahkan, Federasi KontraS akan terus mengawal setiap tahapan proses persidangan kasus tragedi Kanjuruhan.

"Tim kami akan intensif melakukan pemantauan perkembangan dan proses persidangan, walaupun kehadiran kita bukan kewajiban. Federasi kontras akan melakukan pemantauan di setiap sesinya" ujarnya.

Baca Juga: Beredar Surat Penolakan Bonek Sidoarjo Kasus Tragedi Kanjuruhan Disidang di PN Surabaya

Diberitakan sebelumnya, perkara Tragedi Kanjuruhan yang menewaskan 135 korban tersebut rencananya akan digelar di Surabaya.

Load More