SuaraMalang.id - Pemerintah Kota Batu memperkuat langkah kolaborasi dengan sejumlah pihak, dalam upaya untuk mencegah adanya tindak pidana korupsi khususnya di wilayah pedesaan yang memanfaatkan Dana Desa (DD).
Kepala Inspektorat Kota Batu Sugeng Mulyono di Kota Batu, Jawa Timur, Selasa mengatakan bahwa kolaborasi antara pemerintah desa, badan permusyawaratan desa (BPD), masyarakat, termasuk dengan inspektorat penting dilakukan untuk mencegah adanya tindak pidana korupsi.
"Kolaborasi pemerintah desa, BPD dan masyarakat termasuk bersama Inspektorat sangat penting dalam mencegah korupsi," kata Sugeng.
Sugeng menjelaskan, berdasarkan survei Indonesia Corruption Watch (ICW), kasus penindakan korupsi oleh aparat penegak hukum (APH) paling banyak terjadi di sektor anggaran Dana Desa, yakni sebanyak 154 kasus pada 2021 dengan potensi kerugian negara sebesar Rp233 miliar.
Baca Juga: UMP Jatim Naik 7,8 Persen, Apindo Kota Batu Menimbang Jelang Kenaikan UMK
Menurutnya, korupsi anggaran Dana Desa bahkan cenderung meningkat sejak 2015. Saat itu, korupsi anggaran dana desa hanya berjumlah 17 kasus dengan kerugian negara sebesar Rp40,1 miliar.
"Oleh karena itu, diharapkan ada kerja sama antara pemerintah desa dengan inspektorat untuk menyelesaikan hambatan dan permasalahan yang mungkin dihadapi saat pembangunan desa," ujarnya.
Ia menambahkan, seluruh pemangku kepentingan khususnya yang ada di desa, bisa secara bersama-sama mengawasi jalannya pembangunan desa dan penggunaan dana desa, agar tidak terjadi tindak pidana korupsi.
Ia berharap, dengan adanya pelaksanaan Sosialisasi Desa Anti Korupsi dalam rangka memperingati Hari Anti Korupsi Sedunia (Hakordia) tersebut, bisa menjadi salah satu langkah untuk membangun pemerintahan desa yang jujur, serta bebas tindak pidana korupsi.
"Mari kita bangun pemerintahan desa yang jujur, berintegritas dan anti korupsi," ujarnya.
Baca Juga: Mengenal Kota Batu Malang yang Dingin, Apa Saja Objek Wisatanya?
Berita Terkait
-
Kritik Keterlibatan Ketua KPK di Danantara, PUKAT UGM: kalau Terjadi Korupsi Mau Bagaimana?
-
CEK FAKTA: Benarkah Keluarga Jokowi Terlibat Korupsi Pertamina?
-
CEK FAKTA: Benarkah Ketua BAZNAS Korupsi Dana Zakat Rp 11,7 Triliun?
-
Aset Negara di Tangan yang Salah? Kontroversi di Balik Peluncuran Danantara
-
CEK FAKTA: Petugas Temukan Tumpukan Uang Terkait Kasus Korupsi Pertamina
Terpopuler
- Menguak Sisi Gelap Mobil Listrik: Pembelajaran Penting dari Tragedi Ioniq 5 N di Tol JORR
- Kode Redeem FF SG2 Gurun Pasir yang Aktif, Langsung Klaim Sekarang Hadiahnya
- Dibanderol Setara Yamaha NMAX Turbo, Motor Adventure Suzuki Ini Siap Temani Petualangan
- Daftar Lengkap HP Xiaomi yang Memenuhi Syarat Dapat HyperOS 3 Android 16
- Xiaomi 15 Ultra Bawa Performa Jempolan dan Kamera Leica, Segini Harga Jual di Indonesia
Pilihan
-
Donald Trump Resmi Umumkan Tarif Baru, Ekonomi Indonesia Terancam Kena Dampak!
-
Antara Pangan Instan dan Kampanye Sehat, Ironi Spanduk di Pasar Tradisional
-
Link Live Streaming AC Milan vs Inter Milan: Duel Panas Derby Della Madonnina
-
FULL TIME! Yuran Fernandes Pahlawan, PSM Makassar Kalahkan CAHN FC
-
Libur Lebaran, Polresta Solo Siagakan Pengamanan di Solo Safari
Terkini
-
Bos BRI: Keamanan dan Kenyamanan Nasabah Jadi Prioritas Utama
-
Volume Kendaraan di Tol Singosari Meningkat, Ini Tips Berkendara Aman yang Harus Dilakukan
-
Program BRI Menanam "Grow & Green Diwujudkan di Gili Trawangan, Gili Air, dan Gili Meno
-
Isi Rumah Warga Gondanglegi Malang Ludes, Pelaku Ternyata Orang Terdekat
-
BRImo Jadi Solusi Transaksi Digital yang Cepat, Aman, dan Efisien Selama Libur Lebaran