SuaraMalang.id - Baca tulis Alquran yang biasanya masuk dalam pendidikan Agama Islam, kini bakal masuk dalam kurikulum lokal Sekolah yang berada di Kabupaten Jember.
Hal ini dijalankan setelah terbitnya Peraturan Bupati Nomor 111 Tahun 2022 yang ditandatangani Bupati Jember Hendy Siswanto.
Diketahui, pemerintah Kabupaten Jember akan memasukkan ilmu baca tulis Alquran dalam kurikulum lokal untuk siswa Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), dan Sekolah Menengah Pertama.
"Dinas Pendidikan Jember pada 2022 sudah memulai langkah-langkah, antara lain membentuk tim pengembang atau tim penyusun modul, bimbingan teknis, dan sosialisasi peraturan bupati kepada semua guru pendidikan agama Islam di semua jenjang," kata Pelaksana Tugas Dinas Pendidikan Jember Hadi Mulyono, dikutip dari Beritajatim.com pada Sabtu (19/11/2022).
Menurut Hadi, akan dilakukan uji publik terhadap modul yang akan digunakan.
"Baru setelah uji publik, kami ajukan untuk mendapatkan hak cipta. Mudah-mudahan tahun depan bisa terlaksana, karena ini sangat fundamental. Diharapkan sejak dini, siswa sudah mengenal baik Alquran. Tentunya dengan kegiaran tersebut akan membentuk watak pribadi siswa," katanya.
Ketua Komisi D DPRD Jember Hafidi mendukung langkah itu.
"Kami menjemput bola, ingin tahu sejauh mana Dinas Pendidikan menyeriusi Peraturan Bupati Nomor 111 ini. Persiapan-persiapan itu sudah sesuai proses, sampai final launching modul. Proses-proses itu yang kami kawal," katanya.
Hafidi berharap semua elemen masyarakat di Jember dilibatkan. “Pada intinya produk yang kita buat sebagai acuan pelaksanaan baca tulis Alquran untuk satuan pendidikan dasar dan menengah ini, merupakan hasil kerja keras semua elemen pendidikan di Kabupaten Jember,” katanya.
Bagaimana dengan sumber daya manusia guru pendidikan baca tulis Alquran?
"Ini kan tengah berproses. Kami minta masukan dari Seksi Pendidikan Agama Islam dan Seksi Pondok Pesantren (Kementerian Agama Jember) agar menjadi catatan dan jadi perhatian Dinas Pendidikan, senyampang modul ini masih belum rampunf," kata Hafidi.
Hafidi meminta Dinas Pendidikan Jember mengakomodasi semua masukan.
"Karena di Jember ini banyak yang sudah membuktikan di luar kegiatan ini, seperti Taman Pendidikan Quran (TPQ). Perbup Nomor 111 ini kami anggap cambuk untuk menyelesaikan pekerjaan rumah anak-anak kita ini agar fasih membaca, menulis, dan menghapal Alquran," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Sepatu Jalan Kaki dengan Sol Karet Anti Slip Terbaik, Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas di Bawah 60 Juta, Pilihan Terbaik per Januari 2026
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
Pilihan
-
Investor Besar Tak Ada Jaminan, Pinjol Milik Grup Astra Resmi Gulung Tikar
-
5 HP Infinix Memori 256 GB Paling Murah untuk Gaming Lancar dan Simpan Foto Lega
-
John Herdman Teratas Soal Pelatih ASEAN dengan Bayaran Tertinggi
-
Coca-Cola Umumkan PHK Karyawan
-
Unilever Jual Sariwangi ke Grup Djarum Senilai Rp1,5 Triliun
Terkini
-
Konflik Dualisme Yayasan SMK Turen Malang Memuncak, Ribuan Siswa Terpaksa Tak Sekolah
-
Kronologi Yai Mim Jadi Tersangka Pornografi, Ini Penjelasan Polresta Malang Kota
-
Cara Dinkes Kota Malang Antisipasi Superflu H3N2, Jangan Tunda-tunda Keluhan Kesehatan!
-
Laka Lantas Kota Malang Renggut 12 Nyawa Selama 2025, 245 Orang Luka-luka
-
Kota Malang Siapkan Rekayasa Lalu Lintas Saat Nataru 2026, Begini Skema Dishub