Muhammad Taufiq
Jum'at, 11 November 2022 | 14:54 WIB
Ribuan Aremania demonstrasi Tragedi Kanjuruhan dengan membawa keranda mayat. (BeritaJatim)

SuaraMalang.id - Kamis kemarin, 10 November 2022, ribuan Aremania menggelar aksi peringatan 40 hari Tragedi Kanjuruhan yang menewaskan 135 orang dan melukai ratusan lainnya.

Aremania ini memakai atribut hitam-hitam menggelar konvoi, kemudian menggelar aksi di Stadion Kanjuruhan dengan mengusung ratusan keranda mayat. Mereka berorasi di sana meminta kasus tersebut diusut tuntas.

Aremania bahkan membentangkan poster besar berisik kritik kepada kepolisian. Poster kain besar itu bertuliskan: "Urus Bokep Gerak Cepat, Urus Tragedi Lemah Syahwat."

Salah satu Koordinator aksi damai Aremania, Amin Fals, mengatakan para pelaku penembakan gas air mata di Stadion Kanjuruhan pada 1 Oktober 2022 tersebut, juga harus menjalani proses pidana dan bertanggung jawab terhadap aksi yang dilakukan saat itu.

"Siapa yang menembak, eksekutor lapangan harus diproses. Meski sudah masuk pengadilan etik, tapi (proses) pidana juga harus," kata Amin menjelaskan.

Amin menjelaskan, saat ini baru ada enam tersangka yang telah ditetapkan oleh pihak kepolisian terkait tragedi di Stadion Kanjuruhan, yang menewaskan 135 orang tersebut.

Hal itu dirasa belum cukup, karena para pelaku penembakan gas air mata, hingga saat ini belum ditetapkan sebagai tersangka.

Menurutnya, proses penanganan tragedi Kanjuruhan harus dilakukan dengan cepat dan tidak berlama-lama. Ia khawatir, pada akhirnya proses penanganan hukum peristiwa Kanjuruhan akan hilang dan pihak-pihak yang seharusnya bertanggung jawab tidak diproses secara hukum.

"Proses ini terlalu panjang, sampai nanti akhirnya akan hilang dan tidak ada ujungnya," katanya.

Baca Juga: Tak ke Kanjuruhan Tapi Nongolnya di Itaewon, Puan Maharani Ketua DPR RI Diprotes Habis-habisan

Ia menambahkan, jika nantinya proses hukum terkait kasus tragedi Kanjuruhan berjalan lambat, Aremania siap jika harus melakukan aksi unjuk rasa damai di Jakarta. Tuntutan Aremania adalah pelaku penembakan gas air mata harus diproses secara hukum.

Sebelumnya, dalam Tragedi Kanjuruhan Malang ini kepolisian daerah Jawa Timur ( Polda Jatim ) telah menahan enam tersangka dalam kasus itu. Tiga tersangka merupakan anggota polisi dan dua lagi dari sipil.

Kasus sendiri terus dikembangkan oleh kepolisian. Terbaru, keluarga korban tragedi mengajukan autopsi jenazah dua putrinya yang menjadi korban dalam tragedi tersebut.

Puan Maharani dicaci

Di saat ribuan Aremania menggelar peringatan 40 hari, di tempat lain Ketua DPR RI Puan Maharani mengunjungi lokasi Tragedi Itaewon di Seoul Korea Selatan kemarin.

Warganet memprotes habis-habisan putri dari Ketua Umum PDIP Megawati Soekarno Putri itu. Penyebabnya, di hari yang sama sedang ada peringatan 40 hari Tragedi Kanjuruhan yang menewaskan 135 orang, serta melukai ratusan orang lainnya. Lebih miris lagi, Puan Maharani sebagai Ketua DPR RI belum pernah sekalipun ke Kanjuruhan Malang.

Load More