Untuk membuat kerajinan miniatur truk, Heri harus beli dulu miniatur truk yang sudah jadi. Miniatur truk yang dibeli dari toko itu kemudian dibongkar untuk dipelajari ukurannya.
Setalah itu, ia mencoba merakit sendiri kerajinan miniatur truk.
“Awalnya produksi saya tidak banyak, buat lima unit, laku terjual. Uangnya saya putar lagi untuk beli bahan, lalu buat lagi 10 unit, laku lagi, uangnya saya putar lagi, terus demikian sampai akhirnya bisa beli peralatan sendiri,” paparnya.
Heri memang ulet dan pekerja keras. Di awal-awal merintis usaha, ia mengerjakan semuanya sendiri.
Selain memproduksi sendiri, ia juga harus keliling untuk memasarkan kerajinan miniatur truk ke toko-toko suvenir di kawasan wisata Makam Bung Karno, Kota Blitar.
“Ternyata kerajinan miniatur truk banyak peminatnya. Sedikit demi sedikit pelanggan saya dari toko-toko suvenir di kawasan wisata Makam Bung Karno terus bertambah. Produksi saya juga ikut bertambah,” kata dia.
Lambat laun, usaha kerajinan miniatur truk milik Heri terus berkembang. Pesanan miniatur truk tidak hanya dari lokal Blitar, tapi juga datang dari luar kota seperti Tulungagung, Malang, Kediri, Jombang, dan Pasuruan.
Karena produksi meningkat, Heri akhirnya merekrut pekerja. Sekarang, Heri memiliki tujuh pekerja yang membantu membuat kerajinan miniatur truk.
Dalam sebulan, ia bisa memproduksi sebanyak 600-700 unit miniatur truk pesanan dari pelanggan. Omzet Heri dari usaha kerajinan miniatur truk mencapai Rp70-80 juta per bulan.
Baca Juga: Antisipasi Persebaran DBD, Dinkes Kota Blitar Gencar Lakukan Fogging di Sejumlah Sekolah
Harga kerajinan miniatur truk Heri bervariasi tergantung ukuran.
Harga kerajinan miniatur truk ukuran tinggi 25 sentimeter dijual dengan harga Rp125.000, ukuran 30 sentimeter dijual Rp185.000, dan ukuran 35 sentimeter dijual Rp 210.000.
“Harga kerajinan miniatur truk milik saya memang sedikit mahal, karena bahannya semua dari kayu, termasuk roda juga dari kayu. Saya menggunakan kayu waru, mahoni, dan wadang,” tutur Heri.
Heri merasa bersyukur dengan usaha kerajinan truk yang telah ditekuninya bertahun-tahun.
Selain meningkatkan ekonomi keluarganya, usaha itu juga memberikan peluang kerja kepada anak-anak muda di lingkungannya.
“Sekarang anak saya yang sekolah sepak bola malah masuk Angkatan Udara. Itu juga hasil dari usaha ini,” pungkas dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
- 5 Rekomendasi HP Rp1 Jutaan untuk Ojol, RAM 8 GB dan Baterai Awet
Pilihan
-
Bertemu Ulama, Prabowo Nyatakan Siap Keluar dari Board of Peace, Jika...
-
Bareskrim Tetapkan 5 Tersangka Dugaan Manipulasi Saham, Rp674 Miliar Aset Efek Diblokir
-
Siswa SD di NTT Akhiri Hidup karena Tak Mampu Beli Buku, Mendikdasmen: Kita Selidiki
-
Kasus Saham Gorengan, Bareskrim Tetapkan 3 Tersangka Baru, Salah Satunya Eks Staf BEI!
-
Bareskrim Geledah Kantor Shinhan Sekuritas Terkait Kasus Saham Gorengan
Terkini
-
7 Fakta Gus Idris Diduga Lecehkan Model Perempuan, Modus Syuting Konten Horor
-
Gunung Semeru Erupsi Malam Hari, Letusan Capai 1.000 Meter dan Lava Pijar Mengalir
-
4.000 Personel Gabungan Siaga Mujahadah Kubro 1 Abad NU di Malang, Ini Alasannya
-
Ketel Uap Pabrik Tahu Meledak di Malang, Seorang Pekerja Tewas
-
BRI Peduli Prioritaskan Korban Terparah dalam Penyaluran Bantuan Bencana Cisarua