Scroll untuk membaca artikel
Muhammad Taufiq
Minggu, 21 Agustus 2022 | 09:01 WIB
Hotel Kartika Wijaya Kota Batu [Foto: Tangkapan layar Google]

Bangunan ini direnovasi, namun, mempertahankan bagian fasad dengan ciri khas bata dan warna merah marun.

5. Hotel Salak The Heritage

Gedung hotel ikonik di Kota Bogor, Jawa Barat, ini pada zaman dahulu merupakan tempat istirahat Gubernur Jenderal VOC dan pejabat pemerintahan Belanda.

Ketika Indonesia jatuh ke tangan Jepang, gedung itu menjadi markas militer Jepang. Setelah merdeka, Indonesia menguasai gedung tersebut.

Baca Juga: Gaduh Praktik Rentenir Berkedok Koperasi Gentayangan di Kota Batu

Bangunan ini digunakan untuk pemerintahan Indonesia, baru pada 1998 beralih fungsi menjadi Hotel Salak The Heritage. Penginapan ini tidak jauh dari Kebun Raya Bogor dan Istana Bogor.

6. Sriwijaya Hotel Jakarta

Bangunan ini berdiri sejak 1863, berupa toko roti milik seseorang bernama Conrad Alexander Willem Cavadino. Toko tersebut menjual aneka cokelat, permen, cerutu tradisional Belanda, anggur dan bahan makanan berkualitas terbaik.

Lokasi toko berada di Rijswijk dan Citadelweg, sekarang bernama Jalan Veteran dan Jalan Veteran I. Toko ini merupakan kesukaan para bangsawan.

Saking populernya, sang pemilik mengubahnya menjadi hotel, bernama Hotel Cavadino. Orang-orang kaya datang menginap untuk merasakan suasana kota yang asri dan menikmati roti buatan Cavadino.

Hotel ini berubah nama menjadi Hotel du Lion d'Or pada 1899, bertahan selama 42 tahun. Nama hotel berubah lagi menjadi Park Hotel.

Baca Juga: Upacara di Sungai, Tenaga Kebersihan Kota Batu Bawa Cangkul dan Sapu Lidi

Sejak 1950an, namanya menjadi Hotel Sriwijaya.

Load More