SuaraMalang.id - Manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Saiful Anwar Kota Malang melakukan penghormatan kepada pejuang kemerdekaan dr Saiful Anwar dengan melakukan tabur bunga di Taman Makam Pahlawan Ngagel Surabaya, Jawa Timur, Minggu (14/8/2022).
Manajemen, direksi dan sebagian karyawan juga melakukan doa bersama dr Saiful Anwar.
"Ini sebagai bentuk penghormatan kami dan karyawan, termasuk bagian dari upaya agar tidak melupakan sejarah," kata Wakil Direktur Pendidikan dan Pengembangan Mutu Pelayanan RSUD Saiful Anwar, Dr dr M. Bachtiar Budianto, Sp.B(K)Onk, Finacs, FICS.
Dijelaskannya, seorang pejuang dan pahlawan adalah orang yang sangat berjasa untuk Indonesia sehingga wajib sebagai generasi penerus bangsa menghormati jasa-jasanya.
Baca Juga: Viral Video Jambret Kalung Nenek-nenek saat Jalan Kaki, Pelaku Disumpahi Kualat: Sengsara Pasti
Selama ini, kata dia, sejarah dan profil Saiful Anwar masih belum tercatat secara lengkap sehingga pihaknya melakukan pelacakan dan belum lama ini tercatat lengkap tentang informasi mulai profil hingga keluarganya.
Di tempat sama, Wakil Direktur Pelayanan Medik dan Keperawatan RSUD Dr Saiful Anwar, dr. Syaifullah Asmiragani, Sp. OT(K) menyampaikan beberapa waktu lalu sudah menemui keluarga Saiful Anwar di Jakarta.
"Kami silaturahim dan menemui cucunya, Bapak Yara. Beliau sempat berkunjung ke Malang dan itu kesempatan kami mengajak keluarganya untuk melihat perkembangan RSSA," katanya
Sementara itu, berdasarkan data dari manajemen RSSA, dr Saiful Anwar lahir di kota Gedang, Sumatera Bara pada 10 November 1905.
Pernah menempuh pendidikan kedokteran di Stovia, Jakarta tahun 1920 dan setelah lulus pada 17 Agustus 1929, Saiful Anwar remaja aktif dalam berbagai organisasi dan mengikuti berbagai kegiatan study tour dan fellowship di luar negeri.
Baca Juga: Bus Malang City Tour Bertambah Empat Armada
Saiful Anwar mengawali karir sebagai asisten di bagian kebidanan dan ginekologi CBZ Jakarta, lalu menjadi dokter di Kabupaten Purbalingga (Banyumas), dokter Karesidenan RI di Purwokerto hingga akhirnya diangkat sebagai Inspektur Kesehatan Jatim atau Pengawas Kepala Dinas Kesehatan Daerah Tingkat I Jatim pada 1948-1963.
Berita Terkait
-
Picu 'Bencana' di Malang, Ini Aturan Penerbangan Balon Udara dan Sanksi Bagi yang Melanggar
-
7 Tempat Wisata di Malang, Liburan Seru Sambil Menikmati Udara Sejuk
-
Liburan Anti Bosan di Malang Skyland: Panduan Lengkap Harga Tiket dan Aktivitas
-
BRI Tebar Kebaikan di Bulan Suci, Ribuan Sembako Disalurkan & Pemudik Dimudahkan
-
Demi Mengabdi, Mahasiswa Rantau AM UM Tak Pulang Kampung saat Lebaran!
Terpopuler
- Kode Redeem FF 2 April 2025: SG2 Gurun Pasir Menantimu, Jangan Sampai Kehabisan
- Ruben Onsu Pamer Lebaran Bareng Keluarga Baru usai Mualaf, Siapa Mereka?
- Aib Sepak Bola China: Pemerintah Intervensi hingga Korupsi, Timnas Indonesia Bisa Menang
- Suzuki Smash 2025, Legenda Bangkit, Desain Makin Apik
- Rizky Ridho Pilih 4 Klub Liga Eropa, Mana yang Cocok?
Pilihan
-
4 Rekomendasi HP Murah Rp 2 Jutaan Lancar Main Free Fire, Terbaik April 2025
-
9 Rekomendasi HP Murah Rp 2 Jutaan Lancar Main Game, Terbaik April 2025
-
Seharga Yamaha XMAX, Punya Desain Jet: Intip Kecanggihan Motor Listrik Masa Depan Ini
-
Demi Jay Idzes Merapat ke Bologna, Legenda Italia Turun Gunung
-
Misi Mathew Baker di Piala Asia U-17 2025: Demi Negara Ibu Tercinta
Terkini
-
Habbie, UMKM Telon Aromatik Terbaik Siap Ekspansi Pasar Global Bersama BRI
-
4 Wisata di Kawasan Cangar Ditutup Usai Longsor yang Hempaskan 2 Mobil
-
BRI Raih Penghargaan Internasional Atas Prestasi Wujudkan Pertumbuhan Ekonomi yang Bertanggung Jawab
-
Petasan Lukai Pemiliknya di Malang, Korban Sampai Harus Dioperasi
-
Bos BRI: Keamanan dan Kenyamanan Nasabah Jadi Prioritas Utama