SuaraMalang.id - Seorang perempuan warga negara Malaysia menjadi korban penganiayaan di Sampang Madura Jawa Timur ( Jatim ). Perempuan bernama Fitriyahtun (30) itu asal Kota Selangor.
Fitriyah dianiaya empat perempuan inisial FD, TU, SN dan IF saat pulang kampung rumah orang tuanya di Desa Bira timur Kecamatan, Sokobanah. Ia ditendang dan dipukul membabi buta.
Untuk kronologisnya, Fitriyatun pulang ke Indonesia salah satunya menepati janji melakukan reuni dengan teman-temanya di Cafe Paris, tidak jauh dari lokasi wisata Pantai Jodoh, pukul 15:30 WIB.
Tetapi, acara kumpul bareng teman itu gagal lantaran korban mendapat telpon untuk diajak keluarganya menjenguk neneknya yang kebetulan sakit. Sehingga, acara reuni itu diundur usai salat Magrib.
"Saya tiba di lokasi reuni pukul 19.30 WIB, sebelum duduk, mendadak saya diseret dan ditendang dari belakang, sempat ada yang melerai tetapi tidak dihiraukan," ujarnya dikutip dari beritajatim.com jejaring media suara.com, Sabtu (13/8/2022).
Sementara suami korban YT (32) menyampaikan, bahwa dirinya baru mengetahui istrinya dianiaya melalui warga. Kemudian YT menuju TKP dan membawa istrinya ke kantor Polsek Sokobanah untuk lapor serta disusul dengan visum ke Puskesmas Batu Lenger.
"Saya tidak tega melihat video istri saya dianiaya ditendang dan dipukul," keluh suami korban.
Terpisah, Kasat Reskrim Polres Sampang, AKP Irwan Nugraha saat dikonfirmasi membenarkan adanya pelaporan dugaan penganiyaan. Saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan dan secepatnya akan memangil terlapor.
"Kasus ini sudah ditangani dan akan kami tindaklanjuti sesuai hukum," katanya mengatakan.
Baca Juga: Pikap Terguling di Sampang Madura, Dua Orang Korban Tewas
Tag
Berita Terkait
-
Pikap Terguling di Sampang Madura, Dua Orang Korban Tewas
-
Perempuan Ditemukan Meninggal Dalam Sumur Warga Sampang, Diduga Depresi
-
Kabupaten Sampang Daerah dengan Penduduk Termiskin di Jatim
-
Anggota DPRD Sampang Dilaporkan Polisi, Diduga Ikut Keroyok Anggota LSM
-
Demi Beli Baju Baru, Gadis Remaja di Sampang Bunuh Anak Usia 6 Tahun, Kini Terancam Hukuman 10 Tahun Penjara
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Konser Andrea Bocelli di Borobudur Tetap Digelar, KIBBM Siapkan Tablig Akbar Penolakan
- Kenapa Deretan Musisi Mundur dari Rans Carnival Jogja? Ini Kronologinya
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Raih Empat Penghargaan Pada 2026, BRI Bukukan Laba Rp31,2 Triliun
-
Rencana Rusuh Demo di Balai Kota Malang Digagalkan, 12 Penyusup Bawa Molotov & Positif Narkoba
-
Kakek Pembuang Puntung Rokok Jadi Tersangka Kebakaran TPA Supit Urang
-
Emil Dardak Turun Tangan! Akankah Bus Transjatim Akhirnya Tembus Terminal Arjosari?
-
Bantai Landak Jawa Pakai Senapan Modifikasi, Dua Pemburu Liar Diciduk di Hutan Malang