"Kita percayakan ke Pak Hakim, Jaksa dan bapak-bapak kepolisian. Kita beri sentuhan hati, mereka pasti punya anak, istri atau ibu. Bagaimana jika menjadi salah satu korban. Tentu keadilan harus ditegakkan," tegasnya.
Sementara itu, mendengar keputusan penundaan bacaan tuntutan pada sidang ke-20 ini, Jusuf pun merasa sangat kecewa.
Menurutnya, tentu ada yang tidak beres dalam perjalanan sidang ini. Bagaimana tidak, jadwal pembacaan tuntutan ditunda dan terdakwa, yakni JE melakukan sidang secara online atau tak hadir secara langsung dalam persidangan.
"Saya pasti kecewa, pasti ini ada yang aneh, kita kawal terus. Semua yang saya punya, saya korbankan untuk kalian semua (korban kekerasan seksual)," tuturnya.
Apalagi, ia mengaku juga sempat mendapat ancaman untuk tidak ikut campur dalam kasus kekerasan seksual yang dilakukan JE ini. Akan tetapi, Jusuf pun tak gentar dan terus berdiri bersama para korban untuk menuntaskan kasus ini hingga pelaku dihukum dengan hukuman yang setimpal.
"Kemarin ada yang ancam saya untuk tidak membantu. Ini orang (JE) memanfaatkan dengan eksploitasi ekonomi hingga pelecehan di sekolah gratisnya," katanya.
"Kejahatan terjadi bukan karena banyak orang jahat, tapi banyak orang baik yang diam. Maka kita sebagai orang yang diberi kemapapan dan berada jangan berdiam saja," tambahnya.
Usai berorasi di depan PN Kota Malang, Babah Ulun menuju ke Kantor PCNU Kota Malang. Ketua PBNU Jusuf Hamka ini bertemu dengan ketua PCNU se Malang Raya untuk menyatukan misi satu komando terkait kasus ini.
Berita Terkait
-
Ramadan Berduka, Ratusan Warga Palestina Kembali Jadi Korban, Dunia Diminta Bertindak!
-
Sebut Absurd Prajurit Aktif Masuk Kejagung, Ketua PBNU Savic Ali: TNI Tak Dididik ke Sana
-
BPKH Gandeng PBNU, Revisi UU Haji Demi Transparansi dan Kesejahteraan Umat
-
Malam Ini Prabowo Hadir Resepsi Harlah ke-102 Nahdlatul Ulama
-
Banyak Menteri dari NU, Gus Yahya Ingatkan Kader Tak Boleh Berebut Kekuasaan Politik
Terpopuler
- Kode Redeem FF SG2 Gurun Pasir yang Aktif, Langsung Klaim Sekarang Hadiahnya
- Pemain Keturunan Indonesia Statusnya Berubah Jadi WNI, Miliki Prestasi Mentereng
- Pemain Keturunan Indonesia Bikin Malu Raksasa Liga Jepang, Bakal Dipanggil Kluivert?
- Jika Lolos Babak Keempat, Timnas Indonesia Tak Bisa Jadi Tuan Rumah
- Ryan Flamingo Kasih Kode Keras Gabung Timnas Indonesia
Pilihan
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
-
Ranking FIFA Terbaru: Timnas Indonesia Meroket, Malaysia Semakin Ketinggalan
-
Duel Kevin Diks vs Laurin Ulrich, Pemain Keturunan Indonesia di Bundesliga
-
Daftar Lengkap 180 Negara Perang Dagang Trump, Indonesia Kena Tarif 32 Persen
-
Detik-detik Jose Mourinho Remas Hidung Pelatih Galatasaray: Tito Vilanova Jilid II
Terkini
-
BRI Raih Penghargaan Internasional Atas Prestasi Wujudkan Pertumbuhan Ekonomi yang Bertanggung Jawab
-
Petasan Lukai Pemiliknya di Malang, Korban Sampai Harus Dioperasi
-
Bos BRI: Keamanan dan Kenyamanan Nasabah Jadi Prioritas Utama
-
Volume Kendaraan di Tol Singosari Meningkat, Ini Tips Berkendara Aman yang Harus Dilakukan
-
Program BRI Menanam "Grow & Green Diwujudkan di Gili Trawangan, Gili Air, dan Gili Meno